Baik Annisa dan Rheina menatap tak percaya kepada Denisha. Perkataan yang Denisha lontarkan membuat mereka tak percaya. Denisha masih belum berumur dua puluh tahun. Dan dia ingin menikah? "Kamu serius?" tanya Annisa yang dijawab dengan anggukan yang penuh semangat oleh gadis itu. "Denisha, menikah itu bukan sebuah permainan, lho. Kamu yakin?" sekali lagi, Denisha mengangguk. Annisa dan mertuanya saling bertatapan. Mereka penasaran dengan apa yang membuat gadis itu ingin untuk segera menikah. "Memangnya siapa calonmu?" tanya Annisa. "Kak Jordan," jawab Denisha sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Mama gak setuju!" tegas Rheina. "Kenapa, Ma?" Rheina meninggalkan taman belakang. Wanita itu berjalan kembali menuju kamarnya. Raut kesedihan menghiasi wajahnya. Buka

