Annisa sudah kembali ke Vila. Gadis itu ditemani oleh Amanda di dalam rumah yang sangat besar untuk mereka tinggali berdua. Namun, tak mungkin juga kalau mereka membiarkan teman pria Amanda menginap di sana. “Gak usah dipikirin itu si Arga,” ucap Amanda sembari menyodorkan teh jahe yang masih mengepulkan asap. “Memangnya itu benda apa, sih?” tanya Amanda. “Kata ibu, dulu ada anak laki-laki yang menemukanku tersesat sewaktu ibu membawaku liburan. Kata itu, anak itu mengutarakan rasa sukanya meski aku masih anak-anak dan meninggalkan benda itu sebagai tanda kalau anak itu serius,” ungkap Annisa. “Masih anak-anak? Serius? Arga seperti itu?” “Entah. Waktu itu aku masih kecil. Dan tak tahu apa pun mengenai anak laki-laki yang diceritakan ibu. Memang sih, gantungan kunci itu bagus. Sangat b

