EPISODE 13

840 Kata
pernikahan yang mewah dan megah itupun membuat mereka menjadi konsumsi publik tapi bersamaan dengan itu, isu tentang Jeremy dan reyna menjadi buah bibir terutama Jeremy yang memutuskan untuk menikah tanpa ada berita dia berkencan,bagaikan petir disiang bolong, saat publik tau bahwa seorang pemilik JR Group yang terkenal dan kaya raya ternyata seorang laki - lakiyang begitu didambakan oleh semua wanita berita yang tumpang tindih itu pun menjadi sebuah trending topik yang sangat hangat di perbincangkan. ayah Reina begitu senang karena nama keluarga selalu disebut - sebut di berita media, " kau sangat Reina, ayah tidak menyangka anak ayah sudah akan menikah, ibumu pasti sangat bangga padamu," "terima kasih ayah," jawab Reina sambil memeluk ayahnya yang terharu dengan ucapan ayahnya itu "sebentar lagi acara akadnya akan di lakukan,ayo ayah antarkan kamu kesana" seru ayahnya lagi Reina tak menampik ayahnya karena ini saat terakhir dia berpisah dengan orang tua dan keluarganya dan pernikahan itupun berlangsung dengan cukup baik, Reina dan Jeremi telah resmi menikah dan mereka sudah memakaikan cincin di jari mereka satu sama lain tapi ada seseorang yang tidak menyukai akan pernikahan itu, Merry yang sangat cemburu dengan Reina dia merasa Reina telah merebut miliknya dalam hati Meri selalu ingin balas dendam rasa iri nya begitu dalam sehingga dia semakin terobsesi dengan Jeremi matanya tidak berhenti menatap pria tampan itu yang sedang berdiri di pelaminan bersama Reyna, sekarang dia sudah menjadi suami orang lain seharusnya dia menjadi suamiku, pikir Mery yang mulai terbakar api cemburu melihat mereka berdua. " halo nona Mery, wah aku tidak menyangka kita bertemu lagi" seru wanita paru baya yang tiba - tiba menyapanya dari belakang "halo nyonya Bella, senang bisa bertemu anda" jawab Mery dengan sopan 'dimana ibumu sayang," tanya nya "ibu saya ada di sana sedang duduk di samping ayah" seru Mery sambil menunjuk kearah ibunya "oh, kau benar baiklah aku akan kesana setelah menyapa pengantin, ah.. aku baru ingat aku dengar kau menajlin hubungan dengan putraku apa itu benar? tanya ny.bella Mery merasa terkejut mendengar pertanyaan itu, dia tau kalau nyonya Bella orangnya yang sangat slektif dan serba ikut campur soal putranya " haa.. dari mana ada mendengar gosip itu nyonya?" seru Mery yang mulai berkeringat " tentu saja dari ibumu, kau pasti tau betulkan aku sangat menyayangi putraku dan aku tidak akan sembarangan menerima calon menantu yang tidak sesuai dengan standart keluarga kami" seru nyonya Bella yang terang - terangan menentang hubungannya dengan Juan " tentu saja nyonya, saya sama sekali tidak ada hubungan apapun dengan Juan kami hanya berteman baik, itu saja" seru Mery dengan sopan " baiklah aku percaya dengan ucapanmu sayang, aku akan pergi ketempat ibumu ya," seru nyonya Bella sambil berlalu meninggalkan Merry "wanita tua itu! cara bicaranya masih menyebalkan,dia menggap diriku tidak layak menjadi menantunya kau lihat saja nanti dasar nenek sihir!" seru Mery yang kesal karena dirinya merasa di rendahkan rasa muaknya mulai bertambah dia merasa semua keinginannya tidak tercapai dengan menahan rasa marah dan sedih Merry pergi meninggalkan gedung pernikahan dengan membawa mobil pribadinya dia pergi ketempat biasa dia menghilangkan setresnya ke bar dia akan minum minum dan mabuk di sana. ** Reina tak menyangka dirinya sudah menikah dengan pria itu, perasaan Reina pada Jeremy begitu nyata dia benar - benar menyukainya namun Reina berusaha untuk menepis perasaan sukanya karena dia merasa dirinya hanya cinta sepihak dan dia merasa kurang percaya diri untuk bisa menjadi mendampingnya Reina masih berfikir bahwa dirinya hanya dimanfaatkan saja oleh Jeremy untuk menjadi perisai bagi pria itu. " kau kenapa? apa ada yang membuatmu tidak nyaman"? tanya Jeremy hawatir melihat Reina yang wajahnya terlihat cemas " ah tidak, aku baik - baik saja," seru Reina yang berusaha untuk menutupi kegalauan hatinya, Jeremy berpikir apakah Reina mencemaskan malam pertama nanti dengannya tiba - wajahnya Jeremy menjadi merah, dia sudah berpikir jauh tentang Reina " ada apa, saya melihat anda sepertinya sedang kurang sehat kenapa wajah anda begitu merah apakah anda deman?" seru Reina dengan polosnya " tidak aku tidak demam" ujar jeremy sambil yang malu " apakah kau mencemaskan malam pertama kita nanti" seru Jeremy tiba - tiba dia bertanya "apa!?" Reina sontak kaget mendengar pertanyaan itu wajahnya jadi merona merah dia baru sadar akan malam pertama pikiran Reina sudah membayangkan tubuh Jeremy yang sixpack tanpa busana, dia berpikiran yang aneh - aneh lagi Reina hanya diam saja dia bingung harus menjawab apa " kamu tidak usah hawatir,aku tidak akan memintamu untuk melakukan kewajiba itu,jika kau tidak mau tidak masalah" seru Jeremy yang cemas, Jeremy tau bahwa ini hal yang pertama untuk nya dan untuk dirinya, mereka sama - sama belum pernah melakukannya Jeremypun mengerti apa yang di rasakan Reina dia tidak ingin buat gadis itu merasa terbebani " tidak, a.aku tidak cemaskan hal itu,anda tidak perlu hawatir, soal itu,sejujurnya saya masih takut, tapi saya tidak akan meninggalkan tanggung jawab saya sebagai seorang istri" jawab Reina sambil malu - malu melihat ekspresi Reina yang merona membuat Jeremy ingin tertawa geli dia sangat imut pikirnya Reina jadi tambah malu karena ditertawakan anda jangan menertawai saya!" serunya kesal sambil memukul kecil tubuh suaminya itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN