EPISODE 14

1002 Kata
Sonia memegang undangan pesta pernikahan Jeremy dengan penuh amarah dia meremas dan meyobek undangan itu menjadi berkeping - keping tak habis pikir selama ini usahanya sia - sia untuk mendapatkan Jeremy, " akhhh!! sialan!! apa yang dilakukan pria itu selama aku masih di luar negeri, kenapa tiba - tiba dia memutuskan untuk menikah, aku masih tidak percaya dia melakukan semua ini!" seru Sonia yang histeris sambil meracau perasaan kesal rasa obsesinya untuk mendapatkan Jeremi membuatnya frustasi dan semakin menjadi lalu dia terdiam sambil menyeka air matanya yang dia habiskan untuk meratapi pernikahan Jeremy yang dengan tiba - tiba sonia berusaha menahan amarahnya untuk tidak menghancurkan barang - barang yang ada di kamarnya karena setiap dia marah dia pasti akan melempar sesuatu untuk pelampiasan " tok, tok,!" terdengar suara pintu di ketuk sonia langsung tersadar oleh orang yang mengetuk pintu kamarnya itu " masuklah Zen!" seru Sonia dan pria muda itupun masuk menghampiri Sonia " berikan informasi yang kamu dapatkan" seru Sonia " baik nyonya, saya mendapatkan bocoran bahwa perusahaan GR group telah mengucurkan dana investasi untuk perusahaan Aryana konveksi dengan jumlah yang banyak" seru pria itu, " Aryana koveksi mengalami kemacetan finansial karena terlilit hutang sehingga perusahaan itu hampir gulung tikar" ujarnya lagi " jadi seperti itu kronologinya" jawabnya Sonia sudah menduga bahwa pernikahan mereka ternyata hanya pernikahan bisnis belaka, Sonia tau betul laki - laki yang dia kagumi itu sangat gila dengan pekerjaan dan dia tidak mungkin tidak mengambil keuntungan. " baiklah Zen kamu boleh pergi" " baik nyonya saya permisi" seru Zen Zen adalah kaki tangan Sonia dia sebagai informan sekaligus orang yang menjalankan perintah sonia " hemm jadi begitu,.. sepertinya aku harus datang kesana untuk memberikan selamat" kata sonia sambil menyunggingkan senyum misteriusnya *** Jeremy memberikan isyarat kepada anddy untuk tetap mengawasi " wanita itu sepertinya tidak akan datang tuan" " tidak kau salah, dia akan datang aku tau bagaimana perempuan itu, kau harus mencegahnya jika dia datang untuk mengacau" bisik Jeremy pada Andy " baik, tuan anda tidak perlu hawatir, percayakan semua pada saya" jawab anddy " aku mengandalkanmu" ujar jeremy sambil menepuk pundak anddy Reina tampak senang ketika melihat teman karibnya datang " selamat ya atas pernikahan mu Reina, aku tidak menyangka kau akan menikah secepat ini" seru messy sambil memeluk sahabatnya itu "terima kasih Messy, aku senang sekali kau datang di mana nenek Carol,apakah beliau juga datang bersamamu" tanya Reina " halo sayang, kau cantik sekali,selamat ya atas pernikahanmu, nenek ikut senang" serunya sambil memeluk Reina " oh.. nenek Carol terima kasih sudah datang" "wow! luar biasa calon mu tampan sekali kau sangat beruntung" canda nenek caroll reyna yang mendengarnya tersipu malu dan Jeremy pun menyalaminya dengan sopan " nenek hentikan! membuat malu saja" seru messy " tidak apa - apa saya memang sudah terbiasa mendapatkan pujian seperti itu" jawab Jeremy dengan percaya diri " benarkah, hahahaha... " seru nenek Carrol sambil tertawa geli " aku ucapkan selamat semoga pernikahan kalian langgeng sampai tua" " baik terima kasih nek, silahkan nikmati perjamuan pestanya" seru Reina "ayo nek," seru messy sambil menuntun nenek Carroll " tuan wanita itu sudah datang" seru anddy " aku tau, kau awasi dia" perintah Jeremy anddy hanya mengangguk setuju " Sonia mendekat ke pelaminan " selamat ya, atas pernikahannya," seru Sonia pada Reyna dan Jeremy " terima kasih nona Sonia, saya tidak menyangka anda akan datang ke pesta pernikahan kami" seru Reyna "tentu saja, mana mungkin aku tidak datang ke pernikahan mantan kekasihku" serunya suara nyaring dia sengaja ingin membuat Reyna malu dan membuat opini publik yang seolah -olah Reyna sudah merebut mantan kekasihnya saat itu juga anddy maju dan ingin menyeret wanita itu dari pesta namun gerakan anddy ditahan oleh Jeremy " rasanya aku ingin menjambak rambut wanita itu dan menyeretnya dari sini" seru Reina dalam hati Reyna tau Jeremy tidak akan membalas wanita itu, karena Jeremy akan mendapatkan akibatnya jika melawan wanita itu, ini akan menjadi kemenangan bagi Sonia yang sudah berhasil menyebarkan rumor tentang Jeremy "oh, tentu saja, saya tau dulu anda sangat menyukai suami saya sehingga anda sampai rela untuk datang dan memberikan ucapan selamat kepada kami, terima kasih banyak nona Sonia" balas Reyna dengan sopan dia berusaha untuk menyerang perkataan sonia dengan elegan sehingga agar tidak terlihat seperti bertengkar tapi orang - orang yang ada di pesta itu mulai saling berbisik membicarakan mereka Sonia merasa terpojok dia menyadari semua mata orang - orang menusuk dan memandang kearahnya "gadis sialan ini, pintar sekali dia membalikan keadaan" kata sonia dalam hatinya "hoho..nona Reina anda bisa saja, saya mengucapkannya dengan tulus dari hati yang paling dalam" kata sonia lagi "tentu saja, saya mengerti maksud dari nona Sonia,tentunya kami terima niat tulus anda" balas reyna lagi tatapan mereka seperti akan saling menerkam satu sama lain tetapi di selimuti dengan kepura - puraan saling perduli Jeremy hampir saja hawatir jika Reina akan termakan oleh provokasi yang di lontarkan sonia tapi melihat situasi dan sikap Reina membuatnya yakin bahwa Reina bisa mengatasinya bahkan dia mampu menyerang balik Sonia dengan cara elegan Baiklah kalau begitu silahkan nikmati jamuan nya semoga anda suka dengan hidangan pestanya" Jeremy berkata dia tau wanita itu sudah terpojok " terima kasih tapi sepertinya saya harus pergi karena ada beberapa urusan" jawab sonia " dia mau kabur setelah bicara omong kosong di depan orang banyak dasar wanita ular" kata Reyna dalam hatinya kesal " kalau begitu baiklah hati - hati di jalan" balas Reyna dan wanita itupun langsung berlalu pergi begitu saja Sonia pergi dengan amarah yang memuncak dan dia sangat sebal melihat sikap Jeremy yang terlihat sangat menikmati perseteruannya dengan reyna " aku memang tidak salah memilihmu sebagai perisai ku" seru Jeremy menggoda reyna sambil berbisik di telinganya. Reina terkejut dan wajahnya langsung merah padam "a.. aku hanya tidak suka dengan ucapan wanita itu" ujar reyna dengan wajah yang merengut ekspresinya yang seperti itu yang membuat Jeremy gemas untuk menggodanya "haha.. jadi begitu ya" seru Jeremy sambil tertawa mengejek pria ini selalu saja membuat aku jdi malu dia memang ahli membuat orang jadi serba salah" seru Reyna dalam hati
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN