EPISODE 15

933 Kata
dengan selesainya pesta pernikahan itu Reina telah resmi menyandang sebagai nyonya Jeremy revandes istri dari seorang pengusaha terbesar GR group, Dengan begitu dia sudah tidak lagi tinggal dirumah ayahnya melainkan di mention tempat Jeremy tinggal. saat dia datang ke mention Reyna tak menyangka Jeremy mengganti dekorasi dan furniture mensionnya kamar yang dulunya hanya terlihatan perabotan yang tidak begitu banyak dan kesan dingin seperti pemiliknya sekarang berubah terisi berbagai furniture yang baru tampak meja rias yang terlihat mahal yang sudah terisi dengan skincare dan parfum mewah yang biasa di gunakan Reyna, luar biasa dia benar - benar sudah mempersiapkan semua ini sampai merubah dekorasi kamarnya dengan seleraku" Rena berkata sendiri ceklek!! terdengar suara pintu kamar mandi terbuka lalu Jeremy datang dengan jubah piyama mandinya bau harum sabun yang dia pakai dan rambutnya yang basah terlihat dia begitu mempesona Dimata reyna dadanya yang terlihat setengah terbuka membuat Reyna terpaku kagum dibuatnya " ini tidak baik untuk kesehatan jantungku,apa aku saat ini sedang bermimpi,apa benar dia itu manusia" Reina bergumam sendri Jeremy yang melihatnya jadi tidak tahan untuk menahan tawa "puff.. tentu saja, sekarang kita sudah menjadi suami istri, kau bisa bebas menyentuhku" jawabnya dengan lembut yang tidak sengaja mendengar Reyna bergumam jeremy mulai meraih tangannya pikiran reyna mulai kosong saat dia menyentuh tangannya dengan lembut Reina mulai tersadar bahwa saat ini pria itu tengah menggoda dengan tubuhnya yang seksi itu dengan penampilan seperti itu siapa yang tidak terpanah olehnya pikir reyna "A..aku tidak akan melakukan itu, memangnya aku ini wanita apaan CK! jangan menggodaku seperti itu! " seru Reina dengan wajah cemberutnya wajahnya terlihat seperti udang yang habis di rebus dengan cepat Reyna menarik tangannya dari genggaman Jeremy Fufu.. hahahaha!! Jeremy tertawa begitu senang melihat ekspresi gadis itu yang terlihat sedang kesal " apa kau senang sudah mengacaukan perasaan orang seperti ini" seru Reyna dalam benaknya "se.. sebaiknya kita menentukan jarak batas" kata Reina langsung mengambil tindakan extrim ternyata dia benar - benar sudah membuat Reyna marah jeremy menyadari dirinya bersalah " baiklah aku minta maaf, apakah kau mau mandi, aku sudah menyiapkan air hangatnya didalam" kata Jeremy berusaha untuk menenangkan suasana hatinya" iya,tentu saja aku ingin mandi,terima kasih," jawabnya sambil berjalan merebut handuk yang di pegang jeremy dikamar mandi Reina berusaha untuk menenangkan pikirannya dia tau dia sangat menyukai pria itu,dia tidak ingin terlihat begitu jelas kalau dia sedang memendam perasaannya Reina sangat menjaga harga dirinya untuk tidak terbawa oleh perasaannya,dia tau pria itu memang kelewat sempurna dimatanya dia yang begitu banyak di gilai oleh wanita - wanita cantik yang seperti Sonia pasti dia sudah banyak pengalaman dengan perempuan makanya sikapnya begitu santai pikir reina."ini tidak mudah bagiku bagaimana aku bisa menghadapinya setiap hari, akh.. aku sungguh mulai jadi gila"Reina berkata sendiri sambil menenggelamkan dirinya di bedtub kamar mandi lama reyna tak kunjung keluar dari bedtube membuat Jeremy merasa hawatir " kenapa dia lama sekali dikamar mandi" pikir Jeremy lalu dia mencoba untuk mengetuk kamar mandi dan memanggil - manggil Reyna tapi tak ada jawaban Jeremy menjadi lebih gelisah lagi tanpa pikir panjang dia membuka paksa pintu kamar mandi itu dan dia melihat Reina yang pingsan di bibir bedtube. ini tidak baik bagaimana kalau dia tau hal ini pasti akan membuat perasaanya menjadi lebih buruk pikirnya lalu dia memanggil pelayan Reyna yang dibawa bersamanya meylin dengan tergesa - gesa datang menghampiri majikannya itu dan membantu untuk mengevakuasi Reyna setelah beberapa jam Reyna pingsan dan dia baru saja sadarkan diri di atas ranjangnya ah.. apa yang terjadi,kenapa aku tiba - tiba ada di disini,setauku, aku berada di kamar mandi jangan-jangan aku,.." dia bergumam sendiri dan memegangi kepalanya yang masih trasa pusing tubuhnya masih terbalut handuk piyama putih dengan rambut panjangnya yang basah siapa yang memindahkan aku keranjang" Reina bertanya tanya sendiri pada saat bersamaan Jeremy datang masuk ke kamarnya dia melihat Reyna yang sudah bangun dan duduk di pinggir ranjang " kau sudah bangun rupanya, bagaimana keadaanmu, apakah ada yang dirasa tidak enak? jika iya aku akan panggilkan dokter lagi" seru Jeremy yang terlihat cemas "ti tidak saya sudah tidak apa - apa,terima kasih" jawab Reina " dokter bilang kalau kau sangat kelelahan sehingga kau pingsan saat berendam di badtube" imbuhnya "ah jadi benar aku pingsan saat di badtube la..lalu siapa yang memindahkan ku ke sini" tanya Reyna sambil terbata - bata " menurutmu siapa? tentu saja aku yang membopongmu " jawab Jeremy dengan santai bagaikan tersambar petir Reyna mendengarnya perasaan Reyna mulai kacau, jadi dia sudah melihat tubuhku tanpa busana akh.. tidak!" Reina berteriak dalam hati dia tidak percaya bahwa pria itu sudah melihatnya duluan dia bergumam sambil menutupi wajahnya Jeremy mulai melihat tingkah Reyna yang lucu saat pikirannya sedang di penuhi tentang dirinya dia menyadari jika istrinya itu terlihat sangat imut Jeremy menutup mulutnya untuk menahan tawa, " jangan hawatir aku tidak melihat tubuhmu semua,meylin yang memakaikan baju itu padamu" ujar jeremy lagi "benarkah?" apa benar seperti itu, baiklah nanti aku akan bertanya pada meylin" imbuhnya lagi " tentu saja, aku tidak akan mencuri kesempatan seperti yang kau pikirkan" ujar Jeremy dengan yakin Reyna menatapnya dengan tatapan tidak percaya " apa dia berusaha untuk mengelabuiku" pikir Reyna "ehmm.. kau masih saja menatapku dengan padangan seperti itu, padahal aku inikan suamimu,seandainya aku melihat pun bukannya tidak masalah" ujarnya dengan wajah malu - malu "apa - apaan pria ini, dia bicara santai dengan wajah seperti itu" seru Reyna dalam hati yang tersipu sendiri yah memang tidak salah apa yang dia katakan tapi aku masih belum bisa terima jika harus dengan cara memalukan seperti ini "pikir Reyna lagi "baiklah, kalau begitu aku akan keluar kau ganti baju saja dengan tenang" seru Jeremy sambil pergi keluar kamar
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN