pagi sekali Reina bangun,dia melihat kearah lain ada pria itu di sampingnya Reina menatap wajah suaminya itu lekat - lekat dan memandangnya dengan penuh rasa kagum Jeremi yang menyadari bahwa dia sedang di pandangi pura - pura tertidur lelap " wajahku bisa - bisa berlubang jika dipandangi seperti itu" ujarnya sambil mata terpejam Reyna terkejut karena diam-diam ketahuan memperhatikannya " si.. siapa yang me..melihat anda, sa.. saya tadi ingin membangunkan anda tapi anda sepertinya sangat lelap sekali" jawabnya mengelak " Jeremi hanya tersenyum simpul dia sangat ingin menggoda istrinya itu,apakah kau tidak lelah kemarin acara pernikahan kita cukup menguras energi bukan" imbuhnyadengan dadanya setengah terbuka dia memringkan tubuhnya kehadapannya, Reyna menelan ludahnya dengan susah payah " kenapa pria ini masih kelihatan tampan saat bangun tidur dia ini seperti bukan manusia pikirnya, aku benar - benar bisa gila dibuatnya" serunya lagi dalam hati kepalanya terus berputar putar tentang Jeremy " kau kenapa, apakah kau sakit kenapa terpaku seperti itu" serunya menyadarkan Reina dari lamunannya "akhh! ti..tidak seperti itu, sa..saya akan segera menyiapkan sarapan Anda!" jawab Reina dengan spontan sambil terburu - buru beranjak dari ranjangnya dia masih saja kelihatan canggung dan berhati-hati padaku, imut sekali"gumam jeremy sambil tersenyum
" selamat pagi nona Reyna,kami sudah siapkan sarapan untuk anda dan tuan" seru meylin " ah meylin, baru saja aku ingin membantumu, jawab reyna " nona Reyna tidak perlu repot - repot disini sudah disiapkan sarapannya oleh koki dapur sayapun hampir tidak melakukan apapun" seru meylin "jadi begitu, aku juga belum terbiasa,dengan kebiasaan seperti ini dulu akukan memasak dan meyiapkan sarapanku sendiri kadang kau membantuku untuk membuatkannya hehe.." seru Reina mengenang lagi kehidupannya yang dulu," nona benar, nah ayo silahkan duduk,saya hanya bisa membantu menatanya di meja makan seperti ini, seru meylin," terima kasih meylin bagaimanapun kau adalah pelayan terbaik ku" kata Reyna " terima kasih nona, saya jadi merasa terharu,jawabnya dan merekapun tertawa bersama tak lama Jeremy datang dan bergabung di meja makan diapun menyapa meylin dan pelayan lainnya mereka sangat antusias menyambut tuan rumahnya itu, " aku sudah siapkan semua untuk honeymoon kita, " tiba - tiba Reyna tersedak saat mendengar perkataan Jeremy " kau tidak papa, ini minum dulu" seru Jeremy " ah iya aku tidak papa, maaf tiba - tiba saja.." jawab reyna " kenapa apakah kau tidak mau pergi berbulan madu," jawab Jeremy Reyna melihat para pelayan yang begitu berharap mendengar jawabanku mata mereka begitu berbinar melihat kami seperti aku dan Jeremy ini dola mereka saja, apa lagi dengan meylin matanya terlihat sama berbinar penuh harap ia yang melihat pelayannya itu membuatnya semakin terbebani " tentu saja saya mau, jadi kemana Anda dan saya akan pergi bulan madu," jawab reyna yang begitu hati - hati " nanti kau pasti akan tau" seru Jeremy yang merahasiakannya, Reyna sedikit terkejut ternyata Jeremy memilih untuk tidak mengatakannya didepan para pelayan "aku harus kekantor untuk meeting sebentar siangnya kita langsung berangkat, aku pergi dulu" serunya, "sambil beranjak pergi dari meja makan "baiklah,hati - hati" jawab reyna bagaimana ini dia benar-benar mengajak honeymoon tenanglah Reina tidak akan terjadi apapun" pikirnya mulai cemas
"uh.. sayang sekali tuan sama sekali tidak memberitahukannya" seru meylin dengan wajah kecewa begitupun pelayan yang lainya juga yang sudah menantikan Kanya Reina hanya tersenyum kecil melihat mereka
tidak masalah nona,saya akan membantu untuk menyiapkan keperluan nona, serahkan semuanya pada saya!" kata meylin yang begitu semangat " ahaha.. baiklah aku minta tolong padamu ya.." jawab reyna merasa terbebani dengan acara honeymoon itu, " hemm..,anda cantik sekali hari ini,apakah nona akan pergi?" tanya meylin " ah. dia peka sekali" Reina berkata dalam hati
" iya aku akan ke rumah ayahku, ada hal penting yang hrus aku sampaikan jawabnya " baiklah nona, saya mengerti kalau begitu hati - hati dijalan nona" seru meylin
setelah Reyna sampai dirumah ayahnya ia melihat para pelayan yang mulai berubah sikapnya mereka jauh lebih ramah ketimbang saat dirinya tinggal di rumahnya itu, " mereka menyambut Reina dengan sangat sopan dan ramah " selamat datang nona Reina"
" aku ingin bertemu dengan ayah, di mana ayahku" tanya Reyna
,"tuan ada di ruang kerja" seru pelayan itu
"baiklah,aku akan kesana, terima kasih" jawab Reina pelayan itupun mengangguk
saat dia menuju ke keruangan kerja ayahnya dirinya di hadang oleh Merry yang saat itu sedang berpapasan di koridor " wah siapa ini yang datang nyonya besar dari JR.group, apakah kau tidak diajak suamimu untuk bulan madu,kasihan sekali..wajar sajajan karena penikahanmu pernikahan tanpa cinta hehe.." seru Mery memprovokasinya sambil tertawa mengejek "apa kabar kakaku tersayang,.. ,aku yakin kau tidak baik -baik saja karena pasti kau merasa iri dengankukan,hemm.. tenang saja,nanti siang kami akan berangkat untuk bulan madu, aku kesini hanya ada perlu dengan ayahku sebentar ,jadi aku tidak mau menbuang waktu ku denganmu" seru Reina dengan santai sambil berlalu meninggalkan merry
"kurang ajar! dia semakin berani saja,aku tidak akan membiarkanmu merebut apa yang harusnya menjadi milikku" Mery berkata sendiri dengan amarahnya yang memuncak
"Reina tiba diruang kerja ayahnya dengan senang ayahnya menyambut kedatangannya tanpa lama - lama Reina ingin mengatakan tujuannya kepada ayahnya " ayah, saya akan mengambil alih perusahaan ibu dari ayah" kata Reina " apa maksudmu nak,ayah tidak mengerti" seru ayahnya yang tidak percaya dengan perkataan putrinya itu "saya minta maaf,terpaksa saya melakukan ini karena saya sudah berniat untuk mengembangkan perusaan ibu,jadi ijinkan saya untuk mengambil alih kendali perusahaan" kata Reina lagi
"tidak mungkin,apakah kau datang untuk mengatakan ini pada ayah" tanya ayahny lagi " benar," jawab Reina dengan tegas "kenapa kau ingin perusahaan?" bukannya kau bisa memegang anak perusahaan dari JR group " seru ayahnya " apa maksud ayah,aku menikah bukan ingin menjadi pemilik dari JR group, tapi untuk menyelamatkan perusahaan peninggalan ibu,aku tidak bisa melihatnya hancur untuk yang kedua kalinya,ayah sudah lalai untuk menjalankan perusahaan itu dan saya sudah mendapatkan surat kuasa untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan jadi saya harap ayah dapat menerima keputusan yang sudah saya ambil" kata Reina " kenapa kamu berbuat seperti ini,ayah tidak menyangka kamu tega melakukan ini pada ayah" seru ayahnya yang tidak terima dengan pernyataan Reina " ini waktunya untuk ayah beristirahat,ayah tetep dapat uang dari perusahaan tanpa harus bekerja,kenapa ayah harus repot - repot bekerja, jadi serahkan semua urusan perusahaan pada saya" seru Reina yang berusaha untuk meyakinkan ayahnya " ayahnya hanya terdiam dia tidak menyangka Reina akan bertindak sejauh ini, " pembicaraan ini cukup sampai disini saja,ayah masih keberatan untuk meninggalkan perusahaan" seru ayahnya sambil pergi keluar ruangan Reina tampak hawatir dengan ayahnya yang shock Reina tak punya pilihan selain melakukan ini karena lambat laun Lidya pasti akan menguasai perusaan dengan mengendalikan ayahnya lagi, Reina sangat kenal sekali dengan ibu dan kakak tirinya itu,mereka tidak pernah akan berhenti untuk menghambur hambur kan uang ayahnya.