Reina masih belum pulang selam dirumah ayahnya itu Reina merasa cemas dan hawatir sekaligus kecewa,terang -terangan ayahnya menolaknya,Reina tidak mungkin ingin membuat ayahnya jadi jatuh sakit karena masalah ini.reina duduk terdiam dan melamun disana
" tampaknya, kau jadi semakin durhaka ya pada ayah mu" seru wanita setengah baya itu yang tiba - tiba masuk ke ruangan kerja Reina terhenyak dengan suaranya yang familiar itu
" apakah itu pantas di lakukan oleh seorang putri yang dibesarkan dengan cinta oleh ayahnya?"
Reina semakin geram mendengar ocehan wanita itu
"mau apa si wanita itu kesini" seru Reina dalam hati
"kau pasti tidak tau kalau ayahmu,baru -baru ini sering bolak-balik kerumah sakitkan" seru Lidya lagi Reina sangat terkejut mendengar perkataan dari ibu tirinya itu
"apa maksudmu, apakah ayah ku saat ini sedang sakit" tanya Reyna
"aku rasa begitu,tapi sayangnya ayahmu tidak mau mengatakannya padaku, dia hanya bilang cekup biasa aja "
jawab Lidya
"tidak mungkin ayah mengidap penyakit serius, aku tau ayah begitu menjaga kesehatan tubuhnya dia selalu rutin berolahraga tapi,aku menyadari baru ini wajah ayahku kelihatan layu dan dia semakin kurus
"apakah ayahku selama ini tidak pernah tidur teratur" seru Reina lagi
" ya, ayahmu kadang selalu terbangun di tengah malam lalu duduk di ruangan ini sambil minum kopi" seru Lidya,
apa mungkin ayah kelihatan layu karena kurang tidur tapi.. kata Reina dalam benaknya
"setau aku ayahku tidak begitu suka kopi" seru Reyna
" yah, aku yang merekomendasikannya dan membuatkan untuk nya"
jadi Lidya yang membuat ayahku jadi kecanduan kopi"
"seharusnya kau tidak memberikannya begitu saja,aku tau betul ayahku bukan orang pecandu kopi" seru Reyna
"ya ... setiap orang bisa merubah pola kebiasaannya bukan,dan kau tau kenapa dia seperti itu karena ulahmu juga" seru Lidya
" apa maksudnya karena ulahku,bukannya itu kebalikan kalianlah yang membuat ayahku menjadi seperti itu" seru Reyna dalam hati, " jadi aku sarankan padamu untuk tidak membuat keadaan ayahmu semakin parah dengan ke keras kepalaan mu itu" seru Lidya memperingatkan dengan nada sinis Reyna hanya terdiam dengan mata yang penuh dengan kekesalan pada ibu tirinya itu seolah -olah dirinya yang menyebabkan ayahnya sakit,Reyna tidak membalas perkataan wanita itu dia hanya pergi keluar meninggalkannya.