EPISODE 19

1001 Kata
bulan madu yang mewah dan romantis itulah yang didambakan semua wanita suami yang kaya dan tampan semua Reyna dapatkan tanpa dia harus bersusah payah mencarinya bak mendapatkan durian runtuh itulah kata pepatah yang pantas di tujukan kepada Reyna saat ini, namun pikiran dan perasaannya di penuhi oleh banyak keraguan dan keresahan, dhatinya bergejolak ketika dia memikirkan pria yang saat ini menjadi suaminya itu,kemanapun dia pergi semua mata akan terpana dan tertuju padanya,kadang Reyna merasa tidak yakin bahwa dialah wanita terpilih yang menjadi istrinya walaupun hanya sebagai yang palsu, tetapi posisinya saat ini membuat semua wanita iri kepadanya. kadang dia penasaran dengan suaminya itu akan penilaian tentang dirinya, apakah dia ada rasa penyesalan karena menikah dengannya yang tidak punya daya pesona seperti wanita-wanita yang mengejar -ngejarnya selama ini kadang rasa kepercayaan dirinya berkurang saat dia memikirkan hal itu. "na..nona,..?" terdengar suara sayup sayup memanggil memacah kan lamunannya saat itu, ternyata meilin yang memanggilnya " nona Reyna, anda kenapa? saya memanggil anda tapi anda seperti tidak mendengarnya?" seru meilin yang terlihat mencemaskan majikannya itu "ah... ya. aku baik-baik saja" seru Reyna " jika anda sedang kurang sehat lebih baik anda bilang ke pada tuan mungkin tuan akan menunda dulu keberangkatan bulan madunya" kata meilin " itu tidak perlu meilin, aku sungguh baik - baik saja aku hanya sedikit melamun dan tidak menyadari kedatanganmu kau tidak perlu cemas seperti itu, dan jangan mengatakan hal yang tidak-tidak kepada Jeremi ok?" kata Reyna menjelaskan dan memperingatkan meilin " saya mengerti nona maafkan saya, saya hanya hawatir dengan anda" kata meilin "terima kasih kamu sudah mecemaskanku meilin, aku tidak ingin merusak bulan madu ini yang sudah di siapkan jeremi" seru Reyna " anda benar nona pasti tuan sangat ingin membuat anda bahagia" kata meilin sambil tersenyum " lalu ada apa kau memanggil manggilku tadi meilin?" tanya Reyna "ah,.. saya membawakan ini untuk nyonya," seru meilin sambil tersipu malu " apa ini?" tanya reyna kembali sambil menggenggam sebuah bedan berbetuk bulat yang di bungkus oleh botol kaca " ini ramuan agar membuat pasutri lengket seperti perangko nona" kata meilin sambil senyum-senyum wajah Reyna mendadak memerah mendengar itu dari meilin " i..ini tidak perlu meilin lagian kami tidak akan melakukan hal itu," seru Reyna yang keceplosan " apa? apa yang anda katakan,tentu tuan akan melakukan malam yang panas bersama anda ,honeymoon itukan memang persiapkan untuk itu, nonaku ini polos sekali" kata meilin sambil trus mendesak Reyna untuk mengambil ramuan itu " ta..tapi aku tidak perlu ini," seru Reyna kepada meilin yang langsung pergi meninggalkannya meilin pura - pura tidak mendengar seruan majikannya itu dia trus saja pergi keluar sambil senyum - senyum. selang berapa menit Jeremi masuk dan menghampirinya Reyna begitu terkejut melihat pria itu datang menghampirinya wajahnya makin terlihat matang seperti tomat " apa sudah siap semua?" tanya nya " ah.. ya.. ya.. tentu saja, semua sudah beres" seru Reyna yang terbata - bata menjawabnya " ada apa, apa kamu demam? wajahmu merah sekali" seru Jeremy " tidak aku baik - baik saja" seru Reyna sambil menyembunyikan ramuan itu ditangannya Jeremy melihat benda yang di sembunyikannya itu" hemm.." gumamnya sambil melihat kearah benda itu saat Reyna lengah dia tidak mencoba untuk bertanya dia sudah mengetahui Reyna menyembunyikan sesuatu darinya dia hanya tersenyum saja melihat gadis itu gugup " ya sudah, ayo kita berangkat" serunya sambil mengajak Reyna untuk pergi. " kenapa dia tersenyum seperti itu, apa dia mengetahuinya!? ah itu tidak mungkin seru Reyna dalam hati. Reyna dan Jeremy terbang ke maldives pulau yang berada di perbatasan laut Hindia itu, setelah sampai Reyna di suguhkan dengan pemandangan hamparan pantai dan laut yang indah setelah sampai di penginapan Jeremi dan Reyna disambut oleh para pelayan disana dan diajak berkeliling melihat -lihat ternyata penginapan itu milik Jeremy pribadi dia sengaja mengosongkan pengunjung untuk tidak ada yang reservasi Reyna sangat senang dia tidak menyangka bahwa suaminya itu punya penginapan sebesar ini dengan fasilitas mewah di dalamnya " silahkan Nona sebelah sini kamar anda dan tuan sudah kami siapkan" kata pelayan itu dengan bahasa Inggris "baik terima kasih" jawab Reyna melihat sama sekali tidak melihat keberadaan Jeremy di manapun padahal tadi dia berjalan disampingnya, tidak heran kalau dia sudah tau setiap sudut penginapan ini dan sebagai pemilik dia tidak perlu room tour seperti Reyna yang baru saja datang ketempat ini. setelah itu Reyna sampai di sebuah kamar yang mewah dan eksotis dengan pemandangan langsung ke pa laut lalu pelayan itu keluar meninggalkan ruangan itu,dan dia berpesan untuk memanggilnya jika membutuhkan sesuatu " suamiku ini benar-benar luar biasa,berapa banyak kekayaan yang dia miliki ya hemm.." gumamnya "entahlah,mungkin tidak akan habis tujuh turunan" jawabnya sambil tersenyum menggoda Reyna terkejut tak disangka Jeremi mendengarnya " ka..kapan kau datang? aku tidak melihatmu dari tadi " tanya Reyna " beberapa menit setelah pelayan itu keluar,kau tidak mendengarku,saat aku panggil " jawabnya "bagaimana apa kau suka" tanya Jeremi lagi " Reyna mengangguk sambil tersenyum " baguslah aku hawatir kau tidak menyukai tempat ini" serunya lagi " itu tidak benar aku sudah jatuh cinta dengan tempat ini saat tiba disini aku sungguh menyukai lautnya dan suasana disini, aku benar - benar berterima kasih padamu ini pertama kalinya aku jalan - jalan keluar negeri setelah ibuku tiada" Reyna berkata dengan mata bekaca - kaca, air matanya hampir tumpah karena haru Jeremy membelai rambutnya dengan lembut dan mendekapnya ke dalam pelukannya Reyna merasa malu hampir dia menangis didepan Jeremy pelukan Jeremy begitu hangat dia menyukai d**a pria itu tiba - tiba pikirannya jadi ke hal yang lain dia jadi malu sendiri, Jeremy menatapnya dengan tatapan lembutnya " imut sekali, tidak sia -sia aku menyiapkan semua ini" dia berkata dalam hati " baiklah! ,untuk mengobati kesedihanmu , ayo kita berkeliling mengitari pulau" kata jeremi " wow! aku suka itu! aku ingin melihat pantai airnya sangat jernih" seru Reyna yang begitu gembira dan antusias Jeremy melihatnya seperti anak kucing imut yang sedang merajuk lalu ia tersenyum geli melihat tingkah istrinya itu " hehe.. baiklan ayo!" serunya sambil menggandeng tangannya, dengan senang reyna menyambutnya dia berharap semoga moment seperti ini bisa dia rasakan seterusnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN