Kini, Dehan telah siap dengan pakaian santainya. Ia pun segera menghampiri Alika yang sudah bangun dan duduk di kasur. Dia juga memberikan sepasang pakaian santai pada calon istrinya itu. Sepertinya pakaian itu milik Filzha, karena Filzha sempat menginap dan membawa pakaiannya ke apartemen Dehan. Dehan duduk di samping Alika dengan pandangan yang tidak terlepas dari manik hazel milik Alika. "Cepatlah mandi dan pakai baju ini. Beberapa hari yang lalu, Filzha sempat menginap di sini. Dia meninggalkan beberapa bajunya di lemariku, jadi kau bisa memakainya." "Apa dia tidak marah?" "Tentu saja tidak sayang. Jika dia berani memarahimu, maka aku yang akan menghukumnya," ujar Dehan sambil mengedipkan matanya pada Alika. Alika tersenyum malu, lalu beralih menatap pakaian Dehan yang terlihat sud

