Dehan terus bergerak di atas Alika. Dia benar-benar terlihat begitu b*******h saat ini. Entah apa yang terjadi padanya sehingga bisa berbuat kasar pada Alika. Dehan bercinta dengan Alika tepat disaat hujan turun dengan deras disertai angin dan petir yang menyambar. Alika pun terus mengerang kesakitan dan meminta Dehan untuk menghentikan aksi gilanya ini. "Dehan sakit...." lirih Alika. "Ah, Baby. Tunggu sebentar. I will emphㅡ" Ucapan Dehan tertahan ketika dirinya merasakan bahwa bagian dari tubuhnya akan mengeluarkan cairan ke dalam rahim Alika. Dia semakin mendesah hebat dan terdengar lantang karena suaranya yang berat dan besar. "Oh, my God! Baby!" "Dehan...." Alika terus merintih kesakitan dikala gerakan Dehan semakin cepat di atasnya. Dia tak mampu lagi berkata apa pun. Yang bisa dia

