Alika terlihat menggeliat di atas kasur Dehan. Ia masih menutup matanya sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku karena terlalu lama tertidur. Dan secara perlahan, mata indah itu terbuka seraya mengerjap tiga kali untuk menetralkan pandangannya. Dia terdiam sejenak dengan tatapan kosong yang mengarah kepada jendela kaca Dehan yang sudah terbuka. Setelah seluruh kesadarannya kembali, Alika langsung terduduk di atas kasur sambil melirik kearah jarum jam yang sudah menunjukkan pukul dua siang. Astaga! Sudah berapa lama Alika tertidur di sana? Dia benar-benar terkejut mengetahui sebuah fakta bahwa dirinya sudah tertidur begitu lama, sehingga melupakan kewajibannya untuk menjaga Dehan. Alika menyibakkan rambutnya ke belakang lalu mengikatnya asal ke atas. Dia segera menuruni kasur dan bergeg

