Thirty Five

1524 Kata

Dehan berjalan menuju keluar pusat perbelanjaan tersebut. Pandangannya menangkap sosok Nayla di dekat pintu masuk. Ia pun segera mempercepat langkahnya sambil menjinjing tas plastik di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang sebuah dompet berwarna hitam sedikit kecokelatan. "Ini, dompetmu tertinggal di meja kasir," kata Dehan sambil menyerahkan dompet yang ia pegang tadi. "Astaga! Aku benar-benar lupa!" Nayla menerima dompet tersebut, lalu sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda terima kasihnya pada Dehan, "Terima kasih ya, Kak. Kalau tidak ada kakak, pasti sekarang aku tidak bisa membayar kos-kosan." Dehan mengangguk. "Sama-sama." "Ah, iya. Kakak jadi membelikanku lima puluh nasi kotak? Kalau misalnya jadi, aku akan menunjukkan rumah makan yang paling enak di dekat sini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN