7

1124 Kata
'ANYEEENNNGGGG BIBIR GUE KAGA PERAWAN LAGI HUWAAAAAA MAAPIN NUNI MAMIIII NUNI HILAP WALAUPUN NUNI GAK SEPENUHNYA HILAP SIH KAN NUNI MAU NYOBA BIAR KEK ORANG-ORANG. YA POKOKNYA NUNI MINTA MAAP LAH MAMIIIIII.' Teriak batin Nuni. ***** Nuni syok mendapat ciuman secara tiba-tiba. Ia diam tidak membalas karena ya memang ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Itu adalah ciuman pertamanya. Beberapa saat kemudian Alex melepaskan ciumannya. Ia manatap Nuni yang masih terlihat sangat syok. "Aku seneng aku yang dapetin ciuman pertama kamu, Sayang." Alex mengeluarkan seringaiannya. Seakan Nuni sudah tersadar dari syoknya, ia langsung menjitak dan menjambak Alex. "Dasar m***m ih!" Nuni menjewer Alex. "Sakit Nun sakit sakit." Ringis Alex. "Omo sakit kah Kak? Maaf Kak." Nuni mengelus telinga Alex yang baru saja ia jewer tadi. Alex mengeluarkan seringaiannya lalu mencium bibir Nuni singkat dan langsung kabur dari UKS. "KAK ALEX k*****t BIADAB SYALAN!" Teriak Nuni dan dibalas tawa Alex dari luar UKS. "Dasar pacar siapa sih tu orang? Oh iya gue lupa kalo dia itu pacar gue ckckck nuni stupid nuni stupid." Nuni memukul-mukul kepalanya pelan menggunakan pulpen yang author sendiri gatau darimana wkwk. Nuni berjalan menuju kelasnya. Saat akan melewati Alex yang ada di depan kelasnya, Nuni dengan sengaja menginjak kaki Alex dan ketiga temannya. "NUNI k*****t!" Teriak Alex dan ketiga temannya sambil meringis kesakitan karena hari ini Nuni memakai sepatu pantofel. "Maaf kakak-kakakku sekalian, Nuni sengaja tuh." Ucap Nuni sambil memasang wajah seperti aku-butuh-dilindungi-jadi-jangan-mutilasi-aku. Sedangkan keempat korban kekerasan Nuni dengan senang hati menyumpah serapah sang pelaku kejahatan, yakni Nuni sendiri. ~~~ Jam sekolah sudah berakhir. Alex menunggu Nuni di depan kelasnya. "Kak?" Nuni menepuk pelan pundak Alex. "Kamu bareng aku pulangnya ya. Kita pergi dulu kemana kek gitu, aku bosen." Itu bukanlah pertanyaan dari Alex, melainkan sebuah pernyataan. Jadi mau tidak mau Nuni harus mengikutinya. "Itu bukan pertanyaan kan? Jadi Nuni mau ga mau harus ikut kan?" Nuni memutar bola matanya malas. "Hehe kamu tau aja Sayang." Alex mengacak rambut Nuni. "Kak Alex ih rambut Nuni berantakan." Nuni mengerucutkan bibirnya. "Udah ih jangan cemberut terus." Alex mencium kening Nuni dan itu membuat hampir semua siswi yang melihat mereka histeris karena Alex yang biasanya bersikap dingin kini bersikap hangat. Dan itu hanya pada seorang siswi kelas 10 bernama Nunia. Mereka berjalan menuju parkiran motor. Karena hari ini Alex membawa Ninja putih kesayangannya. Alex melepas almamater miliknya lalu mengikatkannya di pinggang Nuni. "Nyesel tadi aku bawa motor, harusnya aku bawa mobil aja." Nuni mengerutkan keningnya bingung karena tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Alex. "Kenapa emang Kak?" "Rok kamu terlalu pendek Nun nanti banyak yang liatin kamu." Ketus Alex. Pletak Nuni menjitak Alex. "Lagian siapa suruh Kak Alex bawa motor? Kan Kak Alex tau sendiri kalo Nuni tuh gak suka naek motor gede karna tinggi Nuni yang ga memadai." Cerocos Nuni. "Tinggal bilang kalo kamu pendek aja susah amat sih pake sok bilang kalo tingginya ga memadai." Cibir Alex yang mendapat jitakan mulus di kepalanya dari Nuni. "Sakit Nun kamu tuh nyiksa aku terus." Alex mengerucutkan bibirnya. "Lagian Kak Alex nyebelin." Ketus Nuni. "Udah ih kamu jangan ngomel terus. Gak capek apa mulut kamu? Aku aja yang dengerin kamu nyerocos terus capeknya bukan main." Alex mengangkat pinggang Nuni dan mendudukkan Nuni di motornya. Alex menaiki motornya lalu memakai jaket dan helm miliknya. Ia menarik tangan Nuni dan melingkarkannya di perutnya. "Biar kamu gak jatoh." Cengir Alex. "Biar ga jatoh? Bilang aja kamu modus." Cibir Nuni. "Itu juga salah satu alesannya Nun hehe." Nuni hanya mendengus mendengar ucapan Alex. Mereka pergi ke salah satu mall yang ada di daerah sana. Rencananya Alex akan mengajak Nuni nonton film horor agar ia bisa modus dipeluk oleh Nuni. Menurut Alex, Nuni adalah gadis yang polos. Jadi ia berencana akan menjadi pahlawan kesiangan saat Nuni ketakutan dengan cara memeluknya. Saat mereka sudah sampai, mereka langsung menuju bioskop dan mengantri untuk membeli tiket. "Mau nonton apa Kak?" Tanya Nuni sambil melihat jadwal film yang ada disana. "Horror aja gimana?" Alex menaik-turunkan kedua alisnya. "Horror? Gak yang lain aja?" 'Yes! Pasti si Nuni takut liat film horor.' Batinnya bersorak girang. "Enggak ah kata temen aku, film itu bagus." Bujuk Alex. "Yaudah deh horror aja." Putus Nuni. Mereka memesan tiket horror dan memilih duduk di kursi bagian tengah, karena yang paling belakang sudah penuh. Nuni menunggu di kursi tunggu bioskop, sementara Alex membeli pop corn untuk mereka berdua. Setelah membeli pop corn, mereka masuk ke dalam bioskop. Dalam hati Alex sudah sangat gembira segembiranya orang gembira yang gembira.belibet kan? emang sengaja biar kalian puyeng bhahahah Film sudah diputar. Saat hantunya sudah muncul ternyata apa yang diharapkan Alex sama sekali tidak terkabul. Ekspektasi yang diharapkan Alex sangat bertolak belakang dengan realita. Bukannya Nuni yang takut tapi malah Alex sendiri yang takut. Sedangkan Nuni? Ia malah asik mengoceh sendiri. "Ah kurang seru ah." "Harusnya dibunuhnya badannya dipotong-potong pake gunting kuku biar greget." "Ih itu setannya disitu b**o! Masa kaya gitu doang kaga keliatan." "Itu setannya bisa dikasih make up lagi gak sih? Masa jelek banget. Harusnya pake lipstik sama eyeshadow warna biru kemerah-merahan atau gak warna emas biar elit dikit." "Kurang sadis tuh bunuhnya." "Woy setan! Itu orangnya di samping lo coeg bunuh oy bunuh!" "Masa setan dipegang gak nembus sih? Biasanya kan nembus." Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Nuni. Dan itu membuat Alex melongo. Bahkan orang-orang yang ada di sekitar mereka ikutan melongo sambil menatap Nuni dengan tatapan ini-orang-waras-gak-sih-kok-s***p-gini. Setelah dua jam lamanya, film itu selesai. Dan sedari tadi Nuni masih ngoceh tentang film tersebut. Sedangkan Alex yang rencananya gagal hanya menggelengkan kepala sambil memijit pelipisnya. 'Ini Nuni sebenernya spesies model apa sih?' Batin Alex. "Udah-udah kamu gak capek nyerocos terus hem? Laper kan? Makan yuk?" Ajak Alex agar Nuni berhenti berbicara. "Yuk, Nuni mau makan sushi Kak." Nuni mengeluarkan puppy eyes andalannya. "Hahaha tanpa kamu keluarin jurus andalan kamu itu, aku juga pasti nurutin kamu kok." Alex mengacak rambut Nuni dan mencium keningnya. "Hehe yaudah ayo!" Ucap Nuni semangat sambil menarik tangan Alex. Alex hanya tersenyum dan pasrah saat tangannya ditarik oleh Nuni, bukan ditarik sebenarnya. Yang lebih tepat adalah diseret. Mereka akhirnya sampai di salah satu restoran Jepang. Alex memilih duduk di depan jendela. Nuni membuka buku menu dan memilih Hamachi Sushi dan Matcha. Sedangkan Alex memesan Sake Nigiri Sushi dan Matcha juga. Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka mengobrol sambil bercanda. Sesekali Alex mengacak rambut Nuni. Dan dengan senang hati Nuni membalas Alex dengan menjambak rambutnya. Sadis bukan? Akhirnya pesanan mereka datang juga. Nuni menatap sushi yang ada di hadapannya penuh minat. Tak perlu menunggu waktu lagi, Nuni langsung melahap sushi itu. Alex hanya terkikik melihat Nuni yang tidak ada baiknya sama sekali sebagaimana wanita lainnya. Ia hanya bersifat sebagai dirinya sendiri, sebagai seorang Nunia Chika Andriani. "Nun, aku ke toilet dulu ya?" Nuni hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan makannya lagi. Alex mengelus rambut Nuni dan segera pergi ke toilet. Saat sedang asik makan, tiba-tiba ponsel Alex yang ada di meja berdering menandakan ada pesan masuk. "Siapa sih? Nomer gak dikenal. Buka ga ya?" Nuni berpikir apakah ia harus membuka pesan itu atau tidak. Akhirnya ia membuka pesan di ponsel Alex. From: 0813-6745-2987 Hi Sayang, I'm back. Aku udah pulang ke Indonesia. Aku gak sabar buat ketemu kamu Baby. Your girl, Intan DEG "In-Intan balik ke Indonesia?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN