Bara

1699 Kata

Bekas tamparan Hana memang terasa sakit, tapi itu tidak membuat Gadis terluka. Dia memahami kegelisahan yang dirasakan Hana. Orang yang takut kehilangan bisa bertindak di luar nalar. Bahkan ada yang nekat melenyapkan nyawa. Gadis mendekati dan menepuk pelan pundak Hana yang masih tertunduk sedih. "Aku mengerti rasa takutmu. Jangan khawatir. Qonita tidak akan merampas milikmu. Jika dia lakukan itu, aku orang pertama yang akan membencinya seumur hidup." Hana mendongak, memandang Gadis dengan cairan bening menghias mata. Dia sendiri tidak tahu, kenapa berubah jadi tidak percaya diri seperti sekarang. Menempatkan rasa curiga berlebihan pada Rislam sama arti tidak percaya bahwa dirinya layak dipertahankan. "Kenapa dia ada di sini? Dan, kenapa kalian bersentuhan?" tanya Hana, ingin memast

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN