"Aku boleh ajak pacar enggak? Soalnya dia mau ngajak aku jalan-jalan, tapi aku udah ada janji jadinya dia mau ikut. Boleh, ya!" Nila tersenyum membaca pesan dari Vini. Tentu saja Nila setuju. Itu ide yang bagus. Dia bakal bekerja sama dengan pacar Vini. Menghentikan rantai cinta yang terbungkus kebencian agar kehidupan keduanya aman dari bayang-bayang masa lalu. "Baca apa sih, senyum-senyum?" tanya Fian yang merasa aneh oleh tingkah sang istri. "Temanku bareng pacarnya mau ke sini. Mas mau pergi cek lokasi bareng Mas Ivan, kan? Pulang jam berapa?" Ivan dan Fian akan membuka cabang baru. Lokasinya sudah ada yang menawarkan dengan harga yang cocok, tapi belum diperiksa. Maka, hari ini keduanya bakal melihat ke tempat tersebut. "Enggak tahu. Mungkin siang sudah balik." "Oke deh ha

