Satu jam perjalanan, Ivan dan Santi tiba di warung makan di tengah persawahan. Tempat janjian dengan temannya. Ini tempat yang dipilih Ivan karena temannya ingin menikmati makan siang dengan suasana yang berbeda. "Mas sering ke sini?" tanya Santi sambil memperhatikan suasana yang begitu nyaman dan tenang. Jujur saja, ini kali pertama dia tahu ada rumah makan di tengah sawah begini. Maklumlah, dia anak rumahan yang selalu makan makanan buatan sendiri. Tak hobi jajan apalagi makan di restoran mahal. Buang-buang duit katanya. Apalagi gaji sebagai guru tak seberapa. "Baru dua kali ini," jawab Ivan sambil mengingat kali pertama dia datang ke tempat ini. Saat itu, dia datang bersama Nina dan duo kembar yang menggemaskan. Ah, apa kabar Nina dan anaknya sekarang. Saat ini, Vini sudah punya ana

