Dua tahun setelah resmi bercerai, Ivan dikenalkan dengan seorang perempuan yang seumuran Nila. Namanya Santi. Sahabat SMA-nya Nila. Belum menikah pada usia yang matang. Hari ini, Ivan yang ditemani Fian dan Nila datang ke rumah perempuan tersebut untuk melamar. Ivan baru sekali bertemu dengan perempuan itu. Tak ingin lagi berpacaran. Yang penting dia sudah tahu dari NIla kalau temannya itu perempuan baik. Penilaian Nila dijadikan pegangan yang kuat. "Apa yang membuatmu yakin mempersunting anak saya? Dia memang terlambat menikah, tapi saya tak ingin dia menikah karena terpaksa atau karena merasa sudah tua?" "Saya ingin cari istri istri, Pak. Hidup sendiri tidak enak. Nila dan Fian pusing karena saya terus-terus merepotkan mereka." Ivan menjawab apa daya. Memang begitulah niatnya menikah.

