Mula-mula, Zianka membelalak dengan apa yang dilakukan Elzio. Ketika bibir mereka bertaut, ketika tangan pria ini melingkar di pinggangnya, dan ketika ciuman pangeran perlahan mulai merenggut kesadarannya. Zianka tidak kuasa menolak, matanya perlahan terpejam. Membiarkan Elzio mendorong tubuhnya ke pohon, menghisap napasnya saat ia membuka mulut, hingga tanpa sadar mengeluarkan desahan. Ada getaran aneh di perut wanita itu, juga burung pelatuk semakin kuat mematuk dadanya. Dia tidak tahu apa yang terjadi, tapi semua ini terasa menyenangkan. Memakan bibir sama sekali tidak menyakitkan. Sementara Elzio seakan tidak berniat menahan hasrat yang selama ini dipendamnya. Menikmati tiap cecap yang ia sebelumnya hanya ia bayangkan. Desahan Zianka semakin membakar tubuh pria itu dari dalam. Kedu

