BAB 14

972 Kata
Aku terbangun di tengah malam. Perasaanku masih sakit melihat Erick seperti orang gila. Padahal aku bukan putrinya. Tapi kenapa aku sedih melihatnya. Aku mengusap airmataku. Perasaanku sangat sakit seolah aku adalah Alegria. Jika mimpi itu adalah kejadian nyata setelah Alegria mati, berarti selama ini Erick sangat menyayangi putrinya. Apa ini doa Erick?? Apa permohonan Erick yang membuatku bertransmigrasi ditubuh Alegria dan mengulang waktu?? Yah, pasti benar begitu... Aku ingat.. Erick berkata bahwa Rambut hitam dan mata biru pertanda kutukan. Kutukan yang pertama Dominique hanya bisa mencintai satu orang sampai orang itu mati. Kutukan kedua, Dominique akan sangat terosebsi untuk memilikinya hingga menjadi bodoh dan gila. Dan kutukan ketiga, Orang yang dicintai Dominique akan mati karena kutukan itu. Dan kutukan terakhir. Akal sehat Dominique akan hilang seiringnya waktu. Apa karena itu, Erick tidak mengingatnya dan membuat perjanjian dengan Iblis?? Apakah begitu? Aku berusaha mengingat isi Novel. Sebentar lagi usia Alegria akan menginjak angka 17. Setelah itu, di usia yang ke 19 Alegria akan mati. Aku menangis kembali mengingat bahwa aku juga ditakdirkan mati ditubuh ini 3 tahun lagi. Kenapa hidupku tidak beruntung? Menjadi Jade Vine mati. Lalu didunia ini juga aku akan mati. Tapi tunggu, siapa tau aku hanya sedang koma dan jiwaku jalan-jalan. Aku harus menemukan cara keluar dari dunia ini. Meskipun dikehidupanku yang dulu ayah dan kedua kakakku membenciku. Tapi setidaknya, Aku tidak akan mati setragis Alegria. Aku sudah memikirkannya dari kemaren. Meskipun aku berusaha merubah alurnya dengan cara menghindari pertemuan dengan Deby tapi, tetap beberapa kejadian terjadi. Contohnya kabar jika Aku, bukan- Alegria akan bertunangan dengan Ziel. Itu kejadian yang ada di novel dan aku dalang yang menyebarkannya. Tapi ini, aku bahkan tidak mau berdekatan dengan Ziel lagi dan tidak menyebarkan rumor itu tapi kenapa rumor itu tetap ada?? “Ria.” Aku menoleh mendengar seseorang memanggilku. Deon. Deon mendekatiku dengan tatapan khawatir. Dia mengusap airmataku dan menyentuh tanganku. “Kenapa Ria menangis malam-malam begini? Apa ada yang menganggu Ria?” tanyanya penuh kecemasan. “Aku mimpi buruk.” Deon tersenyum mendengarnya seolah lega tidak ada hal buruk yang menimpaku. “Seburuk apa mimpi Ria sampai terisak tengah malam?” Aku diam. Dia menyentuh tanganku seolah menenangkanku. “Ria jangan khawatir. Saya akan menjaga Ria dengan nyawa saya.” Mendengar hal tersebut aku semakin terisak mengingat akhir tragis dari Deon. Deon adalah salah satu orang yang sangat mencintai Alegria sepanjang hidupnya. Deon hanya menantap nona mudanya. Bagaimana kalau Deon tau sebenarnya Alegria orang yang dicintainya sudah tidak ada di dunia ini? “Tolong jangan menangis nona. Saya, benar-benar akan menyerahkan hidup saya untuk menjaga nona. Oleh karena itu, saya mohon jangan menangis. Hati saya terluka melihat airmata anda.” “Aku bermimpi Deon pergi meninggalku sendirian. Aku sangat takut. Rasanya aku ingin segera pergi dari rumah ini. Rumah ini sangat menakutkan.” “Saya tidak akan pernah meninggalkaan anda. Hidup saya bersama dengan anda nona.” katanya menenangkan. “Ayo kita pergi Utara.” kataku. “Saya akan pergi kemana tempat nona berada.” kata Deon. Paginya, aku menemui ayahku ah salah, Ayah Alegria dikantornya. Mataku sedikit bengkak. Oleh karena itu pagi ini para pelayan berusaha menghilangkan bengkak di mataku. Besok pesta untuk merayakan kesembuhan Alegria diadakan. Sebelum pesta aku akan membicarakan hal ini agar setelah pesta aku bisa pergi dari sini. Tentu saja, kedatanganku membuat Ayah terkejut. Karena selama ini Alegria tidak pernah menemui Erick duluan. Alegria terlalu takut menemui Eric. Selama ini ia berfikir jika Ayahnya membencinya. Tapi jika yang dimimpinya adalah kejadian kenyataan Alegria setelah perempuan itu mati. Maka Erick pasti sangat menyayanginya. Aku harus mencoba peruntunganku. “Saya harap saya tidak menganggu ayah.” kataku. Erick terkejut mendengar aku memanggilnya Ayah. “Katakan saja apa yang kau mau.” kata Erick dingin. Aku menatapnya. Jika sikap Erick seperti ini sudah jelas Alegria bahkan siapa pun pasti berfikir bahwa Erick sangat membenci Alegria. “Tolong kirim saya ke Utara!” kataku. “Apa?” kagetnya. “Tolong kirim saya ke Utara.” “Apa-apaan ini Alegria??” tanyanya tajam. Aura intimidasinya keluar. Aku menatap Erick Dominique. Meskipun sudah berumur tapi Erick masih terlihat sangat menawan. “Saya tidak sanggup hidup dirumah ini lagi. Saya rasa, jika saya tetap hidup disini saya akan mati.” Mendengar kata mati d**a Erick terasa sangat diremas. “Omong kosong darimana itu? Selama kau dirumah ini kau tidak akan mati!” katanya tegas dan sangat yakin. “Itu karena ayah tidak tau apapun.” kataku. “Kalau begitu, katakan siapa yang menganggumu? Para pelayan itu? Nevada atau Axel?” tanya diliputi amarah. Aku tidak tau, apa yang terjadi padaku. Tapi airmataku tiba-tiba menetes membayangkan kembali mimpiku. Mungkin benar apa yang dikatakan Erick dalam mimpinya. Dia sangat mencintai Alegria. Dan satu-satunya cara menjaga dan melindungi Alegria agar tetap aman adalah bersikap tidak peduli kepada putrinya itu. Erick terkejut melihat Alegria menangis. Ini pertama kalinya setelah putrinya tumbuh besar mendatanginya dengan menangis. Ia ingin mendekati putrinya lalu mengusap air mata itu. Ia ingin menghibur putrinya agar putrinya berhenti menangis lagi. “Jangan menangis Alegria.” kata Erick. “Maaf. Ayah tidak bisa mengabulkannya begitu saja. Jika ayah mengirimu ke Utara mereka akan berfikir aku mengasingkanmu. Dan itu artinya kau akan tetap dipandang rendah oleh orang lain. Selain itu, jika ayah mengirimu ke utara, nama Dominique akan tercoreng.” katanya. “Kembalilah. Dan pikirkan lagi.” Alegria mengusap airmatanya lalu keluar. Sementara itu, Erick menghela nafas kasar dan meletakan kepalanya lelah. Apa yang ia katakan barusan kepada putrinya adalah bohong. Erick tidak peduli bagaimana mereka memandamg rendah Dominique atau memandangnya. Ia hanya tidak mau Alegria pergi dari sisinya. Erick takut. Jika ia membiarkan Alegria pergi dari rumah, maka untuk selamanya dia tidak akan bertemu dengan putrinya. Atau kemungkinan terburuk, Alegria akan mati. Karena, jika Alegria keluar dari rumah ini maka, banyak musuhnya dan Nevada yang akan mengincar Alegria. Erick benar-benar akan gila jika Alegria mati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN