BAB 13

1157 Kata
Ini dimana?? Sialan. Mimpi ini lagi. Aku melihat ke sekitarku. Ada Erick yang sedang menunduk memeluk seseorang. Aku mendekatinya. Erick menangis pilu. Melihat wajah yang dipeluk Erick, aku langsung mundur karena terkejut. Erick memeluk tubuhku erat dan menangis. Sepertinya Erick menemukan mayat Alegria. Seorang pelayan mendekati Erick dan menyuruh Erick untuk segera memakamkan Alegria secara layak. Erick mengangkat tubuh Alegria. Tatapannya kosong. Terlihat jelas bahwa Erick sangat terpukul. “Bukankah putriku terlihat sangat cantik Val?” tanya Erick yang menatap wajah Alegria. “Putriku yang cantik, kenapa dia harus mati dengan mengenaskan seperti ini? Siapa yang berani menyiksanya sampai seperti ini?” tanya Erick parau. Erick berjalan mendekap Alegria dipelukannya. Dia mirip seperti orang gila dimataku. Bahkan ketika sampai di kota. Erick ditatap takut dan aneh oleh masyarakat. Banyak yang berbisik-bisik menghina Alegria. Erick berhenti. Ia menitipkan tubuh Alegria di tangan kanannya. Erick mencabut pedangnya dan mulai membunuh orang-orang yang telah menghina Alegria. Ia memotong lidah mereka. Erick adalah seorang pahlawan perang dan ketua pemberontak yang berhasil menurunkan tahta Raja di Negara Barat. Dia juga menyegel istana dan menerapkan kepemimpinan dua arah di Barat. Heiden yang memimpin urusan internal negara. Dan Dominique yang mengatur urusan eksternal. Karena itu, dia mendapat julukan Dewa Perang ketika masih muda. Hal ini dikarenakan dia mampu menghabisi musuhnya dalam waktu singkat. Erick menatap masyarakat tersisa. “Hina putriku lagi, aku akan mencincang tubuh kalian beserta keluaga kalian!” katanya tajam. Erick mendekati Alegria lalu menggendongnya. Erick sudah seperti orang gila. “Maaf putriku. Ayah berpenampilan buruk didepanmu.” katanya yang tubuhnya dipenuhi darah. Aku tidak tau kenapa. Aku menangis melihatnya. Apa ini kejadian setelah Alegria meninggal?? Apa benar kata Deon bahwa Erick selama ini menyayanginya?? Lalu kenapa ayahnya tidak pernah memperdulikannya. Sampai di kediaman Dominique, Erick membawa Alegria masuk. Ia mneyuruh para pelayan memandikan dan mendandani Alegria secantik mungkin. Ia juga memanggil Dokter untuk menjahit tubuh Alegria yang terluka. Erick menangis kembali sembari memeluk foto Alegria. Siapa yang harus ia salahkan karena putrinya meninggal seperti ini?? Siapa?? Erick mendatangi Alegria lalu menggendongnya kembali. Ia membawanya ke sebuah ruang rahasia keluarga Dominique. Erick memeluknya dengan erat dan meminta maaf sembari menangis. Aku merasa tak asing dengan ruangan ini. Erick menidurkan Alegria diatas batu Es. Daripada Batu, itu lebih mirip meja persembahan. Aku melihat batu permata bewarna hitam besar runcing. Aku seperti mengingatnya. Itu, Black Noir. Tak lama Axel dan Ervin datang ke ruangan itu. Ia mengajak Erick untuk memakamkam Alegria dengan segera. Bukan malah menaruh Alegria dimeja Es. “Apa kalian tidak merasa bersalah?” tanya Erick dengan menatap Alegria didepannya. Putrinya tertidur lelap. “Menyiksa saudari kalian sebelum membunuhnya.” “Dia juga membunuh ibu kita.” “Apa kalian tau Nevada juga membunuh ibu Alegria?” tanya Erick yang masih menatap wajah Alegria. “Nevada dipenuhi keirihan dan kecemburuan karena takut seluruh harta ini jatuh ke tangan Alegria.” “Ayah selama ini selalu mengabaikannya. Apa setelah kematiannya ayah merasa bersalah?” tanya Exel mengejek. “Aku mengabaikannya karena ingin melindunginya dari Nevada. Aku fikir jika aku mengabaikannya, Nevada akan berhenti menyakitinya. Aku fikir jika aku membela kalian, kalian akan mengabaikannya dan membiarkannya sendiri! Tapi aku salah... Apa kalian fikir aku tidak tau apa yang kalian lakukan kepada putriku?” tanya Erick dengan menatap kedua putranya tajam. “Ini salah ayah! Harusnya Ayah memilih pewaris berdasarkan kemampuan!! Bukan warna hitam di Rambut dan mata biru!” kata Ervin. “Jika Ayah tidak memilih pewaris berdasarkan berkah Dewa atau apapun itu,-” “Itu bukan berkah!” potong Erick. “Rambut hitam dan mata biru Dominique bukan berkah Dewa.” lanjutnya. “Itu sebuah kutukan!” “Jika aku membiarkan orang selain rambut hitam dan mata biru menjadi pewaris, maka Dominique akan berada dalam kehancuran. Itu kenyataan yang hanya diketahui oleh Kepala keluarga.” “Bohong! Ayah fikir aku akan percaya?” “Kalian melihat kutukan itu bekerja ditubuh Alegria. Kutukan itu membuat Alegria atau keturan yang mempunyai rambut hitam dan mata biru hanya bisa mencintai satu orang dihidupnya. Dan kutukan itu akan membuat orang yang dicintai mati. Kalian pasti sudah melihat seberapa gila dan bodoh Alegria karena Ziel.” kata Erick yang kemudian mengiris telapak tangannya. Darah menetes membasahi gaun putih yang dikenakan Alegria. Batu es itu terbelah dan menelan Alegria. Segel bewarna hitam mulai muncul diatas batu es tersebut sampai ke Black Noir. Muncul sebuah cahaya. Erick mengulurkan tangannya seolah mengambil sesuatu. Tangan Erick keluar dan ia memegang pedang legenda Noir yang selalu digunakan pewaris Dominique untuk berperang. “Kutukan selanjutnya jika orang yang dicintainya mati, Domique tersebut tidak bisa menjaga akal sehatnya.” lanjutnya yang kemudian membuka pedang tersebut dan menusuknya diperut Ervin putra tertuanya. Ervin terjatuh lalu mati. “A- Ayah,” panggil Axel takut. Axel lalu berlari keluar. Erick menatapnya kosong. Kutukan yang mengikatnya membuatnya semakin tidak bisa menjaga akal sehatnya. Alegria.. Alegrianya telah mati. Dia menangis kembali sembari berjalan keluar dengan menyeret tubuh Ervin. Ia menyuruh pelayan itu menggantung Mayat Ervin didepan gerbang kediamana Dominique. Erick memerintah seluruh pasukannya menuju kediamanan Ziel Heiden. Sampai disana, Tanpa banyak kata Erick membunuh seluruh pelayan dan ksatria disana. Ia mendatangi Ziel lalu membunuhnya diatas tempat tidur. Kematian dan kegilaan Erick tidak berhenti disana, dia menyatakan perang dengan Reiner yang membunuh Alegria dan Eric Este yang pernah meracuni Alegria. Erick juga meminta agar Deby segera diserahkan padanya. Dengan begitu, Erick akan membunuhnya dengan cepat. Tapi ancaman Erick diabaikan. Val tangan kanannya menyelidiki asal-usul Deby. Dia penasaran kenapa perempuan itu bisa memikiki hubungan dengan pangeran dari selatan dan putra mahkota dari Timur. Erick semakin gila tak terkendali. Dia datang ke ruang rahasia tempat Jasad Alegria berada. Erick menangis memandanginya. Ia memohon kepada Black Noir agar kutukan itu membunuhnya bukan membunuh putri tercintanya. Tapi tetap saja. Black Noir itu diam. Erick menusuk dan berusaha menghancurkannya. Tapi, berlian besar itu tidak hancur. Erick memohon. Batu itu sudah mengambil perempuan tercintanya. Tolong jangan ambil putrinya. Aku menangis melihatnya seperti orang gila. Aku memeluknya. Tapi Erick tetap menangis dan meminta agar Alegria dikembalikan. Erick bangun. Aku mengikutinya. Erick menuju Katedral. Tentu saja kedatangannya membuat seluruh orang terkejut. Dominique terkenal memiliki hubungan yang sangat buruk dengan Katedral. Dia berdoa dihadapan Sang Dewi. Erick memohon meminta agar Alegria dihidupkan kembali. Dia bersedia menukar apapun didunia ini asal putrinya dihidupkan kembali. Erick memohon dengan menangis terseduh-seduh. Bahkan jiwanya. Dia rela memberikannya. Asal Alegria hidup kembali. Aku menangis melihatnya. Padahal bukan ayahku. Tapi kenapa aku sedih melihatnya begini. Do'a Erick tak dikabulkan. Dia marah dan mulai membantai seluruh orang yang ada di Katredal. Bahkan Pendeta tertinggi ikut dia bunuh dengan keji ketika ia bertanya bagaimana caranya menghidupkan orang yang mati dan tidak mendapatkan jawabannya. Erick semakin gila setiap harinya. Dia membunuh seluruh orang. Ditelinganya ia mendengar bahwa mereka menghina putri tercintanya padahal para masyarakat itu diam tak berbicara apapun. Erick kembali ke Black Noir. Dia memeluk tubuh putrinya dengan erat. Dan meminta Alegria untuk bangun. Dia berjanji akan memberikan Alegria apapun kalau Alegria mau membuka matanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN