Percakapanku dan Reiner berlangsung lama sampai Dary datang ikut bergabung lalu tak lama Axel juga menyusul ikut bergabung. Aku mendesah. Cukup melelahkan menghadapi mereka bertiga. Rasanya aku sangat ingin pergi dari rumah ini dengan segera.
Yah, aku sudah memutuskannya. Aku akan pergi ke Utara. Karena Erick tak menyukaiku, aku yakin ayah Alegria itu pasti akan mendapat rekomendasi untuk Alegria. Bagaimanapun Alegria adalah putrinya. Dan aku sekarang menjadi Alegria. Mungkin dulu Alegria tidak akan mau meninggalkan rumah ini karena dia sangat mencintai Ziel. Tapi sekarang sudah berbeda. Tak ada cinta dengan Ziel.
“Kakak, apa kakak akan menikah dengan Ziel bodoh itu?” tanya Dary padaku secara tiba-tiba.
“Omong kosong darimana itu??” kata Axel marah. Dia sampai berdiri dengan menatapku tajam.
“Teman-temannku bilang bahwa kakak dan Ziel akan menikah karena kakak sangat mencintai Ziel hingga jatuh sakit.” kata Dary lagi.
Aku terkejut mendengar omongan Dary. Aku ingat adegan novel, setelah pesta karena cemburu dengan Deby Alegria menyebarkan rumor bahwa dia akan menikah dengan Ziel. Tapi kenapa gosip itu muncul. Padahal aku tidak menyebarkan rumor apapun.
“Itu hanya omong kosong. Aku tidak akan menikah denganyanya.” kataku.
“Siapa orang bodoh yang berani menyebarkan rumor itu? Lidahnya harus ditarik keluar dan dipotong supaya tidak bisa menyebarkan rumor itu!” kata Axel yang kini duduk kembali.
“Itu benar, kakak tidak boleh menikah dengan orang bodoh sepertinya. Riaku terlalu sempurna untuk sampah.” kata Dary dingin.
“Sepertinya kalian sangat menyayangi nona Alegria.” ucap Reiner mengintrupsi.
“Tentu saja. Riaku sangat berharga.” jawab Dary.
“Tapi, jika nanti nona menikah anda pasti akan sangat sedih.” kata Reiner.
“Dia masih kecil. Dia tidak boleh menikah sebelum Aku dan Kak Ervin menikah.” balas Axel.
Aku tersenyum mendengarnya. “Baik, aku tidak akan menikah.” kataku.
“Itu bagus.” kata Axel dengan tersenyum.
Tak lama Deon muncul dihadapanku. Aku lalu berpamitan pergi karena aku masih ada jadwal.
Aku akan pergi ke Perpustakaan umum untuk mencaritahu tentang negara Utara. Dari buku diberikam Ervin. Buku hanya menjelaskan tentang legenda negara Utara. Lalu pemimpin-pemimpin negara Utara beserta prestasinya. Aku tidak membutuhkan hal tersebut. Aku hanya butuh kota mana yang enak ditinggali.
Aku tetap memakai baju mewahku. Karena meskipun aku memakai biasa aku akan tetap dikenal. Hanya ada satu orang yang punya rambut hitam. Yaitu keluarga Dominique. Rambut hitam sangat jarang. Mungkin bisa dibilang sangat langka.
“Nona, kita bertemu lagi.”
Aku menoleh melihat kesamping kananku. Rambut putih keperakan dan mata semerah berlian Ruby.
“Anda-”
“Saya Blaze.” katanya mengenalkan diri.
“Ah, saya Alegria.” kataku yang kemudian menunduk hormat.
“Saya dengar nona jatuh sakit. Saya harap sekarang anda sudah sembuh.”
“Terimakasih. Sekarang saya sudah baik-baik saja.” kataku.
“Apa yang nona lakukan disini?”
“Saya sedang mencari buku tentang wilayah Utara.”
“Utara? Bukankah perpustakaan rumah Dominique lebih lengkap?”
“Iya. Tapi, yang saya cari tidak ada dirumah.” jawabku.
“Memangnya anda ingin mencari apa?”
“Sebuah rekomendasi kota. Saya ingin tinggal disebuah pedesaan Utara. Karena Utara adalah wilayah salju abadi. Saya ingin tinggal ditempat yang tidak terlalu dingin dan tidak ramai. Tapi tempat itu punya segalanya.” kataku.
Laki-laki didepanku tertawa. Aku menatapnya bingung.
“Anda tidak akan menemukan kota atau Desa seperti itu di Utara.”
“Kenapa?”
“Karena hal tersebut tidak ada. Bukankah anda tahu Utara dijuluki Salju Abadi? Julukan itu pasti tidak muncul karena sembarangan kan? Itu karena di Utara. Hampir tidak ada tempat yang bisa ditinggali. Adapun seperti kriteria anda, ditempat itu banyak monsternya.” jelasnya.
“Anda tahu sekali.”
“Itu karena saya seorang pedagang.” jawabnya.
“Jadi anda tau tentang wilayah Utara?”
“Saya cukup tau.”
“Jadi, apa anda bisa merekomendasikan tempat yang aman dan nyaman?” tanyaku lagi.
“Tentu saja. Anda harus pergi ke Negara Tengah. Negara itu cukup nyama dan aman untuk anda tinggali.”
“Tidak. Menurutku negara Utara lebih aman.”
“Tentu negara Utara lebih aman. Tapi anda tidak akan bisa masuk kecuali mendapat segel dari keluarga kerajaan.” katanya lagi. “Utara tidak memiliki hubungan dengan negara sekitar. Anda tau itu bukan?”
“Apa itu artinya Utara punya hubungan dengan serikat dagang?”
“Iya. Itu pun hanya ada 2 orang dari serikat dagang yang bisa masuk negara Utara.”
“Begitu, terimakasih. Tapi saya akan mendapat surat izin itu. Tidak peduli bagaimana caranya. Saya pasti mendapatkan surat izin itu.”
“Kenapa anda begitu ingin ke Utara?”
“Saya ingin tinggal disana.” jawabku.
“Ria, disini tidak ada buku tentang wilayah Utara. Mungkin anda bisa ke kediaman Heiden untuk mencari buku itu.” usul Deon.
“Tidak perlu. Aku sudah punya sumber tersendiri.” kataku dengan melirik Blaze disampingku.
Aku lalu mengajak Blaze pergi ke restoran untuk melakukan transaksi. Aku akan memberikan Blaze surat izin bebas masuk seluruh kota di Barat jika Blaze mau memberiku informasi tentang wilayah Utara. Tapi Blaze menolak. Dia ingin menawarkan sebuah pertemanan denganku. Aku menerimanya.
Kata Blaze jika aku mendapat izin kemungkinan aku akan ditempatkan di Ibukota. Tapi, aku menolak. Aku tidak ingin tinggal di Ibukota. Lalu kemungkinan dikota mana lagi aku akan tinggal?
Kota-kota yang disebutkan oleh Blaze adalah kota-kota yang dekat dengan pangkalan militer, Kerajaan. Lalu akhirnya aku meminta saran yang lain. Sebuah desa yang nyaman untukku.
“Rasanya tidak mungkin anda bisa tinggal di desa yang damai. Tapi, ada satu kota. Desa Bery. Itu Desa yang cukup damai. Tapi, Desa itu adalah Desa terdingin yang ada di Utara. Selain dingin, kota tersebut juga banyak monster. Tapi anda jangan khawatir. Mayoritas penduduk disana adalah pemburu.”
Aku menganguk mengerti lalu mengucapkan terimakasih. Tak lupa aku juga mengundangnya untuk datang ke pesta perayaan kesembuhanku. Aku meminta sebuah kertas lalu menuliskan surat undangan untuk Blaze.
Jika diduniaku menggunakan tandatangan didunia ini surat atau undangan selalu memiliki segel. Segel didunia ini adalah sihir. Anak-anak didunia ini diajarkan menggunakan segel sihir ini untuk menulis surat.
“Tolong datang. Saya akan memberikan hadiah untuk anda.” kataku yang kemudian berpamitan pergi.
Sampai didalm mobil. Deon berkata bahwa ia mencurigai laki-laki itu. Laki-laki itu tau sangat banyak tentang wilayah Utara. Padahal Utara adalah wilayah yang sangat misterius.
Apa yang dikatakan Deon memang benar. Itu cukup menyeramkan.
“Tapi Ria, Apa Ria serius ingin pergi ke Utara?”
“Iya.”
“Tolong ajak saya, saya akan mengikuti kemanapun Ria pergi.” ujarnya.
“Tentu saja. Deon adalah teman sekaligus pengawalku. Aku akan membawa Deon kemanapun aku pergi.”
“Saya rasa tuan muda Dary dan tuan Erick pasti akan sedih karena anda pergi ke Utara.”
“Dia membenciku. Jadi, dia pasti senang aku pergi.”
“Anda salah nona. Tuan Erick sangat menyayangi anda. Saya tau Ria tidak senang saya bicara seperti ini. Tapi tuan Erick sangat menyayangi anda. Tuan mungkin terlihat tidak peduli dengan anda. Tapi, sebenarnya dia sangat memperdulikan anda.”