BAB 11

1280 Kata
“Dia Alegria. Mulai hari ini dia akan menjadi bagian dari keluarga ini.” “Tunggu, apa-apaan ini?” teriak seorang wanita berambut pirang. “Anak ini-” “Putriku! Aku harap kau juga merawatnya.” jawabnya yang kemudian berlalu pergi. Nyonya itu mengejar suaminya menuntut penjelasan apa yang terjadi. Akhirnya diketahuilah bahwa Alegria adalah anak haram Erick dengan seorang p*****r. Alegria yang masih kecil takut dengan hal tersebut. Ia fikir Erick akan merawatnya dengan baik. Tapi ia salah. Nevada Airly Dominique istri dari Erick Millian Dominique selalu melecehkan Alegria. Ia cemburu dan marah dengan keberadaan Alegria yang hasil dari selingkuh dengan wanita lain. Alegria adalah kecacatan dan perusak keluarganya. Terlebih gadis kecil itu memiliki apa yang selama ini diidam-idamkan oleh Nevada. Rambut hitam dan mata biru khas Dominique. Bagaimana bisa anak p*****r seperti itu menerima berkat Roh. Ia tidak bisa membiarkan gadis ini nemiliki semua harta Dominique. Harta ini harus jatuh ke tangan anaknya. Tidak gadis p*****r itu. Karena dendam itu, Nevada selalu mencelakainya. Sehingga Axel anak yang berusia 2 tahun diatas Alegria juga ikut menganggunya. Hanya Ervin kakak pertamanya yang tidak ikut menganggu. Saat itu, Ervin sudah berusia 10 tahun. Beda 5 tahun dengan Alegria yang saat itu berumur 5 tahun. Alegria menangis diperpustakaan setalah Nevada memukullinya. “Ini bukan tempat buat menangis. Jika kau masih mau menangis lebih baik keluar!” ucapnya dingin. Alegria kecil menatap anak itu. Ervin kakak pertamanya. Ervin menunduk. Ia lalu mengambil sapu tangannya dan membersihkan darah di kaki Alegria. Ia menyuruh Alegria berhenti menangis dan duduk. Ervin menyembuhkan luka lebam kaki dan tangan Alegria dengan sihir. “Kakak bisa sihir?” kata gadis itu takjub. “Sedikit.” “Keren!” “Ibu memukulmu?” tanya Ervin pelan. Alegria menganguk. “Mulai sekarang jangan muncul dihadapan ibu jika tidak ingin dipukul.” katanya. “Kenapa?” “Karena ibu membencimu.” “Kakak juga membenciku?” “Entah.” jawabnya yang kemudian bangun dan mengambil buku. Setelah itu dia keluar. Alegria kecil hanya menatapnya. Setelah kejadian itu Alegria selalu ke perpustakaan dan menghubungi Ervin. Ervin cuek. Tapi Alegria selalu mendekatinya. Ervin bahkan mengajari Alegria membaca dan menulis. Seperti hari ini Alegria akan menemui Ervin, tapi Axel dengan usilnya menjegal kaki Alegria hingga jatuh. Tentu saja Alegria menangis sedih. “Dasar Jalang.” ejeknya yang kemudian berlari. Alegria yang masih menangis menuju perpustakaan. Seperti biasa ia akan menemukan Ervin didalam. “Axel menganggumu?” tanya Ervin ketika melihat wajah sembab Alegria. “Iya.” “Kalau begitu, kau harus membalasnya.” “Boleh?” “Tentu saja.” jawabnya. “Kakak baik. Dirumah ini hanya kakak yang baik padaku. Aku suka kakak.” katanya dengan tersenyum. “Siapa yang kau panggil kakak? Dia kakakku bukan kakakmu!” Alegria bisa menebak siapa itu. Axel. “Dia juga kakakku.” bantah Alegria takut. “Axel, diam jika kau hanya mau buat gaduh.” peringat Ervin. Axel mendecak. “Kalau gitu, panggil aku kakak juga.” pinta Axel. “Tidak mau!” tolak Alegria. “Kenapa? Kau memanggilnya kakak. Kau juga harus memanggilku kakak.” kata Axel. “Kau bukan kakakku. Jadi, aku tidak akan memanggilmu kakak.” tolak Alegria tegas. Axel emosi. Ia menarik rambut panjang Alegria. Alegria teringat perkataan Ervin. Ia pun membalas Axel. “Tunggu, ini-” cegah Ervin. Pergulatan itu tidak berhenti. Axel dan Alegria masing-masing semakin garang memukul. Sampai akhirnya kepala pelayan dan Nevada datang. Ia pun menghukum Alegria. ****❤**** Aku membuka mataku dan memegangi kepalaku ketika ada yang membangunkanku. Sepertinya aku akhir-akhir ini bermimpi masalalu Alegria. Bukan hanya mimpi, tapi terkadang ingatan masa kecil Alegria juga muncul. Kenapa ya? “Nona,” panggil seorang pelayan. Aku menatapnya, kemudian pelayan itu membantu bangun dan mandi. Hari ini aku dijadwalkan untuk minum teh bersama Reiner sekalian mengecek keadaanku. Padahal menurutku aku baik-baik saja. Tak hanya itu, aku juga mendengar kabar bahwa di Mansion ini akan diadakan pesta untuk menyambut kesembuhanku. Aku hanya diam saja dan tak bereaksi apapun. Sejak aku bangun pun aku tidak bisa menemui Erick dikarenakan kesibukannya. Aku merasa aneh karena tentu saja, bayangan kematian yang pernah aku mimpikan Erick terlihat menyayangi Alegria. Tak hanya itu kata Reiner dan Deon pun ayahnya sendiri yang meminta Reiner untuk menyembuhkannya. Tapi kenapa Erick sama sekali tidak menjenguknya. “Nona bagaimana dengan pita ini atau nona ingin Jepit ini?” “Pita ini aja.” kataku. “Nona mau menggunakan perhiasan yang mana?” “Tidak perlu perhiasan. Aku hanya akan minum teh saja.” jawabku. Para pelayan itu menurut. Meskipun beberapa mendecak tak senang karena aku tak mau memakai perhiasan. Aku tersenyum dan berterimakasih. Penampilanku terlihat sangat anggun. Pantas aaja Alegria dijuluki Bulannya negara Barat. Wajahnya memang dari dulu terlihat sangat cantik dan anggun. Aku mulai berjalan keluar dan menuju kebun Mawar tempat dijanjikannya acara minum teh antara aku dan Reiner. Sampai disana, Reiner sudah terlihat disana. Reiner berdiri, ketika sampai didepan, Reiner mengambil tanganku dan menciumnya. Ia mengucapkan selamat pagi dan menyapaku. Aku membalas sapaannya lalu mempersilahkannya duduk. Reiner memandangiku tanpa kedip meskipun aku sudah menyuruhnya minum teh yang aku tuangkan. “Apa wajah saya terlihat aneh?” tanyaku. “Tidak, anda... Terlihat berbeda. Anda sangat menawan.” “Terimakasih. Tapi pujian yang mulia berlebihan.” Iya, Yang mulia. Aku langsung mengubah panggilanku ketika mengingat siapa Reiner. Reiner seorang pangeran dari negeri Selatan. “Ah tidak, Anda memang terlihat cantik dan menawan. Saya sampai terpesona. Nona perempuan tercantik yang pernah saya temui.” pujinya. Aku terkejut mendengarnya. Aku masih ingat jelas bahwa kalimat itu seharusnya ditujukan kepada Deby di novel setelah Alegria membully Deby habis-habisan. “Yang mulia juga, terlihat sangat menawan.” pujiku padanya. Dia tersenyum. “Apa wajah saya tipe anda?” godanya. “Tentu, saya suka pemuda tampan.” balasku menggodanya. Dia tertawa. “Saya heran, kenapa ada orang yang menyebarkan rumor bahwa anda sangat dingin dan kejam. Saya meminta maaf karena telah percaya rumor itu. Menurut saya anda orang yang hangat dan menawan.” “Terimakasih, tapi terkadang rumor memang disebarkan oleh orang yang membenci kita atau orang yang menyayangi kita.” kataku sembari menyesap teh lembut. “Jadi, keluarga yang mulia terkenal sebagai penyihir?” “Iya. Tapi sebelum itu, tolong panggil saya Reiner saja.” “Baik, Reiner. Dan anda juga dapat memanggil nama saya. Ini pertama kalinya saya punya teman seorang penyihir.” “Begitukah? Saya senang mengetahuinya.” “Kenapa begitu?” “Karena saya teman penyihir pertama anda.” jawabnya dengan tersenyum. Aku tersenyum. “Mungkin anda juga akan senang mendengarnya, Anda teman pertama saya selain Ziel.” “Oh sir Heiden?” “Iya.” jawabku. “Dia terlihat sangat mengkhawatirkan anda, ketika anda terbaring sakit. Saya hampir salah faham mengira anda bertunangan dengan sir Heiden. Dari yang saya dengar anda sangat mencintai sir Heiden.” “Bukan, tentu saja bukan.” sangkalku. “Anda juga pasti mendengar bahwa saya ditolak mentah-mentah oleh Ziel.” “Tentu saya mendengarnya. Menurut saya, Sir Heiden pasti menyesal telah menolak Lady secantik anda.” Lagi-lagi aku tertawa kecil mendengarnya. Seperti dinovel. Reiner memang sudah mencari tahu tentangku terlebih dahulu. “Anda sepertinya terlalu banyak mendengar rumor tentang saya.” kataku. Wajahnya memerah dan terlihat gagap. “Ah, itu bukannya maksud saya jelek. Tapi negara kita berperang dulu. Jadi saya sedikit mempelajarinya. Keluarga Dominique dan Heiden adalah pahlawan bagi Negara Barat. Dan yah, saya juga harus mengenal siapa saja anggota keluarga tersebut. Itu pelajaran dasar seorang bangsawan.” jawabnyha gagap. “Itu sangat baik anda mau mengenal tentang keluarga dari negara lain.” pujiku. Tentu saja aku tidak tulus mengatakannya. Aku harus bersikap baik supaya dia tidak membunuhku nanti. Aku masih saja gemetar mengingat dia menembakku beberapa kali bersama Deon.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN