Bara sontak mengalihkan pandangannya dari foto Seika karena mendengar derap langkah kaki yang mendekatinya. Seika datang dari dapur sambil membawa setoples kue kering yang dia buat dua hari yang lalu dan segelas air putih untuk Bara. "Terima kasih banyak, Seika." "Sama-sama. Aku tinggal ke belakang sebentar nggak papa, kan?" "Apa aku boleh membantu?" Seika menatap Bara dengan lekat, sedetik kemudian dia menganggukkan kepala. "Boleh," jawabnya. Bara pun melepas kaca matanya, lalu melepas dasi yang sedari tadi terpasang di lehernya dan menggulung lengan kemejanya sampai sebatas siku karena dia ingin membantu Seika menyiapkan makanan. Seika menatap Bara tanpa berkedip. Entah kenapa lelaki itu terlihat sangat tampan di matanya sekarang. Rasanya Seika ingin sekali menjadikan Bara

