Seika tanpa sadar mendengkus kesal, dia tidak mengerti kenapa Devan mengatakan jika Cherry sekarang menjadi tanggung jawabnya padahal dia hanya ingin mengantar anak itu pergi ke sekolah. "Dasar aneh," gumamnya pelan. "Mama ...." "Iya?" Seika sontak menunduk agar bisa menatap Cherry. "Kenapa kita nggak turun bareng Papa?" "Em ...." Seika tanpa sadar menggigit bibir bagian bawahnya karena bingung menjawab pertanyaan Cherry barusan. Dia tidak mungkin memberitahu Cherry alasan yang membuat Devan meminta mereka untuk turun belakangan karena ingin menghindari gosip yang tidak-tidak di kantor. "Kenapa, Mama?" Cherry kembali bertanya karena Seika tidak kunjung menjawab pertanyaannya. "Em, mungkin papamu ingin buang air kecil dulu." Seika meringis pelan karena baru menyadari jika alas

