Zio mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, membuat Vino mengumpat dan Hana memekik. Mereka tidak ingin mati konyol, mereka belum menikah. Tapi sayangnya Zio tidak dapat dihentikan. "Zi, pelan-pelan dong, jangan ngebut!" ucap Vino. "Nggak. Gue harus cepetan ketemu Raya. Gue nggak akan biarin Raya pergi lagi!" "Ya ampun, Zi, ini masih jam dua, mereka juga belum ke sana pasti," ujar Hana. Zio tidak menyahut. Ia masih fokus menyetir sampai akhirnya tak lama kemudian ia sampai di ruko itu. Waktu masih pukul dua lebih sepuluh, artinya masih lama Raya ke sini. Cukup lama mereka menunggu kedatangan Raya ke ruko itu. Mereka nunggu dua jam—sampai jam empat. "Zi, kayaknya Raya nggak datang deh," ucap Vino. "Raya pasti dateng. Gue tau itu!" ucap Zio tanpa menoleh. Matanya masih saja teru

