30. Tak Perlu Takut

1854 Kata

"Duduk, aku akan mengambil air untukmu." Erland melenggang pergi, lalu kembali dengan segelas air hangat. Mereka telah tiba di rumah. Erland yang membawa Eleana pergi dari sana. Lamunan gadis itu membuyar saat bibir gelas menyentuh bibirnya. Eleana terus memandangi pria yang membantunya minum. Pria yang rela menggagalkan kepergiannya demi menyelamatkan dirinya dari kemurkaan sang kakak. "Kau istirahat dulu, aku akan menemui Edwin sebentar. Nanti malam aku akan menceritakan semuanya." Satu kecupan mendarat di kening Eleana. Gadis itu tersenyum tipis. Erland benar-benar telah menerima kehadirannya. Ia tak menemukan kepura-puraan pria tersebut. Hanya ketulusan yang mampu dirasakan. Eleana merebahkan tubuh di sofa. Ia merasa lelah hingga kantuk pun mendatanginya. Ellie dan dua cucunya yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN