29. Meluapkan

1860 Kata

Suara dering ponsel memecahkan keheningan perjalanan menuju luar kota. Erland mengerutkan kening melihat nama kontak kakak iparnya yang terpampang di layar ponsel. Tanpa merasa curiga, ia pun menerima panggilan tersebut. "Halo, tugas gue udah selesai," ucap Elina di seberang sana. "Tugas? Tugas apa yang kau maksud?" tanya Erland meninggikan suaranya. Seketika, perasaannya berubah tidak enak. Bayangan kejadian di pemakaman lalu kembali terngiang. Ia yakin, jika wanita kembali mengusik ketenangan gadis yang telah menjadi istrinya. Mendengar suara tawa membuat rahang Erland mengeras. Pria itu menggenggam erat ponsel yang menempel di telinganya. "Apa yang kau katakan pada Eleana?! Cepat katakan!!" Tubuh Eksa terlonjak. Ia menoleh sekilas ke arah belakang, di mana tuannya melempar ponsel k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN