Tatapan tajam menyorot anak-anak yang berada di luar kelas. Ia semakin menggenggam erat tangan sang mommy saat anak-anak tersebut berjalan mendekati mereka. Ia mendongak—menatap Eleana yang tersenyum ramah dan menyapa teman-temannya. "Halo semua, kita bertemu lagi," sapa Eleana mengusap lembut pipi mereka semua. "Halo Tante," balas anak yang berhadapan dengannya. "Apakah Tante membawa brownies lagi?" tanya anak bertubuh gembul itu. Eleana menggigit bibir. Ia tak menyangka, jika teman-teman putra kecilnya akan menagih brownies. Dengan rasa kecewa, ia berjongkok mensejajarkan tubuh dengan manusia-manusia mungil ini. "Maaf ya, Tante tidak membuat brownies. Jika tidak ada halangan, besok Tante akan buatkan brownies untuk kalian." Anak-anak itu bersorak. Rasa ketidaksukaan Emmanuel semakin

