27. Alasan

1660 Kata

Sepasang mata itu terpejam saat sebuah tangan membelai lembut pipinya. Ia tak tahu apa yang akan dilakukan Erland. Tubuh Eleana meremang merasakan deru panas sang suami menerpa telinganya. "Aku hanya bercanda." Sontak, kedua matanya terbuka lebar. Ia mendengkus melihat suaminya beranjak menjauh. "Aku tidak akan melakukannya, sebelum kau siap." Erland mengambil sebuah koper yang berada di atas lemari pakaian. Kemudian meletakkannya di atas kasur. "Besok aku ke luar kota. Sepertinya, selama seminggu." Bayangan di mana mereka berciuman kembali terngiang. Tak mau terlarut dalam lamunan, Eleana pun menghampiri suaminya dengan langkah kaki yang dihentakkan di lantai. Ia mengambil alih tumpukan pakaian dari tangan Erland, lalu menatanya ke dalam koper. "Kenapa mendadak?" tanya Eleana ketus. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN