Seorang gadis terduduk di sofa kamar sembari menunggu suaminya yang berada di kamar mandi. Bibir ranumnya mengerucut, menandakan bahwa dirinya merajuk. Ia memutuskan untuk meminta jatah martabak pada pria tersebut. Tepat saat pintu kamar mandi terbuka, ia segera bangkit dari duduknya. "Erland, ayo belikan aku martabak asin," rengek Eleana menggoyangkan lengan suaminya. "Tuan." Erland membuka pintu kamar dan mengambil martabak asin pesanannya untuk gadis tersebut. Sudut bibir Eleana tertarik. Ia memekik kesenangan. Ternyata dibalik sikap dinginnya, Erland sangatlah baik. Tanpa membuang waktu, ia langsung memakan martabak tersebut. Erland menghela napas melihat cara makan istrinya yang jauh dari kata anggun. Lalu ia beranjak menuangkan segelas air dari teko kaca yang selalu tersedia di

