Eleana bergerak cepat menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya yang terburu-buru berangkat. Ia berlari menyusul Erland yang keluar lebih dulu. Kemudian memberikan kotak bekal padanya. "Jangan lupa sarapan. Eksa, kau harus memastikan Erland memakan sarapannya." Eleana menatap Eksa yang sudah siap mengantar sang tuan. "Terima kasih," ucapnya tanpa sadar mendaratkan satu kecupan di pelipis Eleana. Membuat gadis itu mematung. Sudut bibirnya terangkat setelah Erland masuk ke dalam mobil. "Aku berangkat, assalamu'alaikum." "Wa'alaikumussalam, hati-hati!" teriak Eleana melambaikan tangannya. Di dalam mobil, Eksa mencuri-curi pandang pada tuannya. Ia menahan senyum tatkala tatapan mereka saling bertemu. Erland menggelengkan kepala melihat tingkah sang kaki tangan yang mencoba menggodanya. "Aku

