Kaki Eleana terasa lemas. Ia menaiki undakan tangga dengan tertatih-tatih. Berbagai macam pikiran negatif mulai merasuki. Ia tidak siap, jika Erland meminta hak suami padanya. Tiba di depan pintu kamar, ia tidak langsung mengetuk pintu. Melainkan terdiam sesaat dengan kepala tertunduk. "Ayo, El! Jangan grogi kek gini," ucap Eleana menyemangati diri sendiri. Mendengar suara pintu terketuk, Erland bergegas membukakan pintu. Ia menarik sudut bibir. Tangannya terulur meraih bagian belakang kepala Eleana dan menariknya mendekat. Satu kecupan singkat mendaratkan di kening Eleana. Tubuh gadis itu membeku. Ia menatap kosong ke arah pria yang melirik ke arah guci besar yang letaknya tak jauh dari mereka. "Ada Edzard dan Ezra yang mengintip," bisik Erland membuat kesadaran Eleana kembali. Gadis i

