"Ele!! Assalamu'alaikum!! Eleana, ini gue, Ellen!!" teriak Ellen sambil menggedor-gedor pintu berwarna putih itu. Sudut bibir Eleana tertarik. Ia berlari meninggalkan suami dan anak-anaknya yang tengah sarapan. Ia membuka lebar pintu dan mempersilakan sahabatnya masuk ke dalam rumah, tetapi sebelum itu mereka berpelukan lama untuk melepas rindu yang tak terbendung. "Kenapa lo nggak bilang-bilang mau ke sini? Kalo bilang 'kan, gue siapin red carpet," seloroh Eleana menyeretnya ke ruang makan. Ia akan mengajak Ellen untuk sarapan bersama. "Duduk, Len, kita sarapan bareng." Ellen berbinar. Ia menatap makanan yang tertata rapi di meja makan."Beneran nih? Boleh nggak sama laki lo, El?" Kedua gadis itu melirik ke arah Erland yang tampak khidmat memakan sarapannya. "Silakan duduk," ucap Erlan

