Petaka Untuk Pasangan Selingkuh

1664 Kata

"Ya Allah, Bu Asih," Aku bergegas menghampiri Bu Asih yang masih mengerang kesakitan. Tangan kanannya menutupi pelipis kiri yang terus mengucurkan darah merah segar. "Elo emang udah bener-bener gila, Dinda. Ibu lo sendiri aja tega lo sakitin. Udah sakit jiwa lo!" Baru saja aku hendak menghampiri Bu Asih, tubuh kurus itu limbung dan jatuh tepat di bahuku. "Mas, panggilkan suster!" perintahku pada Mas Thoriq yang masih melongo bingung. "Oh iya, iya, sebentar." Pria itu berlari ke luar dan tak lama ia kembali diikuti beberapa orang suster dan salah seorang perawat pria mendorong brankar dorong. Dengan sigap perawat pria dan wanita itu mengangkat tubuh Bu Asih ke atas brankar. Darah masih mengalir di pelipis mata wanita paruh baya itu, lalu membawanya ke ruang IGD. Aku mencuci tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN