Pagi menyapa, rasanya lea malas untuk bangun, setelah sholat subuh dia tertidur lagi, karena merasa sangat capek. tapi hari ini jam 9 harus pergi ke kantor KUA bersama Zavir untuk melengkapi berkas-berkas untuk pernikahan. Akhirnya lea bangun dan langsung mandi. Setelah selesai mandi lea menggunkan skincarenya, di lanjut dengan memakai gamis warna nude dengan hijab senada, dan juga tas kecil. Setelah selesai bersiap - siap lea melangkah keluar untuk turun ke ruangan bawah.
Ternyata Zavir sudah menunggu di ruang tamu.
Ayo berangkat kak, ajak lea. "ma...pa..Lea berangkat dulu ya sambil mencium tangan mama dan papanya, di susul dengan Zavir.
"Assalamualaikum ". Ucap Zavir dan Lea bersamaan.
"Waalaikumsalam" ucap mama dan papanya.
**
Setelah selesai mengurus semua berkas mereka pulang. Di dalam mobil Zavir.
"Mau makan siang dulu Lea".
" langsung pulang aja deh kak". Sambil memegang perutnya.
Zavir yang melihatnya, menjadi khawatir karena wajah Lea tiba-tiba pucat. Kamu kenapa le... Sakit? Sambil tanganya mengecek kepala lea dengan tangan kirinya. Gak demam kok.
gak apa-apa kak, sepertinya lagi PMS. jawab lea li rih karena dia merasa sepertinya datang bulan, tapi ini pertama kalinya dia merasa perutnya sangat sakit yg luar biasa, tidak seperti biasanya.
"Apa itu PMS?.
" sakit perut pra-Menstruasi ".
" kamu lagi datang bulan? ".
Lea hanya menganggukkan kepala.
" apa selalu seperti ini? Apa perlu ke rs? Jawab Zavir khawatir.
" gak apa-apa kok kita pulang aja, jawab lea lirih sambil menyandarkan badan di kursi.
Mendengar itu Zavir langsung melajukan mobil dengan kencang.
Setelah sampai lea membuka seat belt.
"Kamu bisa jalan sendiri lea".
Lea hanya mengangguk, dan mulai bangun. tapi, perutnya terasa semakin sakit, dan dia tidak sanggup berdiri.
Melihat itu Zavir langsung membuka pintu dan membantu Lea untuk berdiri, tapi tiba-tiba lea pingsan. Dan membuat Zavir syok dan langsung menggendong Lea. Sampai dalam rumah, Nisa kaget melihat Zavir yang menggeendong Lea.
"Asstagfirullah hal adzim" lea kenapa vir?.
" katanya tadi sakit perut ma tapi tiba-tiba pingsan.
Yaudah kamu bawa ke kamarnya. Zavir langsung naik tangga menuju kamar Lea yang di susul Nisa di belakangnya.setelah sampai di kamar Lea dia membaringkan lea dengan hati-hati.
Kalau gitu mama ambil minum dan minyak kayu putih dulu. Nisa keluar kamar, tapi tidak menutup pintu, karena Zavir belum sah dengan Lea, takutnya nanti terjadi fitnah.
Zavir duduk di samping ranjang sambil mengenggam tangan Lea yang dingin wajahnya sangat khawatir.
Setelah itu Nisa kembali masuk dengan membawa air putih dan minyak kayu putih. Tapi Lea belum sadarkan diri juga.
"memangnya lea tdi kenapa vir? Sebelum pingsan".
Katanya sih sakit perut karna PMS ma.
Kalau cuman PMS lea gak pernah seperti inj. Ucap NIsa heran.
"Apa kita panggilkan dokter aja ma". Ucap Zavir yang sangat khawatir melihat Lea tak mau sadarkan diri.
"boleh" tapi memangnya bisa memanggil dokter ke rumah vir.
"bisa kok ma. Mama punya dokter pribadi wanita. Ucap Zavir setelah itu keluar kamar untuk menelfo. Setelah selesai menelfon Zavir sepertinya mencium bau gosong.
" ma... Mama tadi masak? ".
" Astagfirullah mama lupa, mama titip lea dulu ya, soalnya di rumah lagi gak ada orang, tapi ingat kalian belum muhrim. Nisa mengingatkan. Sambil berjalan keluar kamar dengan berlari kecil.
" iya ma.. Zavir tahu. Mama gak usah khawatir.
Sampai di dapur ternyata masakanya sudah gosong. Nisa menghela nafas. Ya Allah mana bisa di makan in, akhirnya harus masak ulang lagi.
***
Di dalam kamar Lea
Zavir akhirnya melihat sekeliling kamar Lea, ternyata rapi juga calon istriku ini, beda dengan kamarku. Lea memang cewek yang rapi. Sedangkan, Zavir sedikit berantakan, karena dia sangat sibuk, sehingga jarang membersihkan ruanganya sendiri, dan juga sudah ada pembantu yang membersihkanya.
Zavir mulai berkeliling melihat-lihat isi kamar lea. Kamarnya berwarna pink, karena lea suka warna pink. Terlihat ada banyak foto yang di gantung polaroid di atas paper frame dengan hiasan lampu. melihat itu, Zavir tertarik untuk melihatnya, dia tersenyum karena banyak foto lea yang cantik bersama keluarga, teman, dan... Ada salah satu foto lea bersama seorang laki-laki, yang membuat Zavir tertarik ingin melihatnya dengan jelas, ketika ingin mengambil foto itu, tiba-tiba lea terbangun.
"Kak Zavir ngapain?". Ucap lea dengan nada serak.
Seketika Zavir terkaget dan menoleh ke arah Lea. Kamu sudah sadarkan diri. Sambil melangkah mendekat ke ranjang lea. Dan memberikan minum dengan hati-hati, lalu bertanya apa masih ada yang sakit? apa perlu ke dokter? Tanya Zavir cemas.
Gak perlu kok, udah jauh lebih baik. Kak Zavir kenapa bisa ada di kamar lea?.
Tadi kamu pingsan saat mau keluar mobil jadi kakak gendong kamu, dan bawa masuk kamu ke kamar.
"ha... Kak Zavir gendong lea? Dengan nada kaget.
iya.... Ya mau gimana lagi, kamu tiba-tiba pingsan jadi kakak reflek gendong kamu.
" Mama mana?"
Di dapur masak, sepertinya tadi ada yang gosong karena kaget melihat kakak gendong kamu dalam kondisi pingsan, mungkin lupa mematikan kompor.
Yaudah kalau kamu udah baikan kakak pulang dulu....
Iya... Makasih...
**
Ma Zavir pamit pulang dulu ya,...
" loh gak makan sini dulu, mama udah masakin banyak loh".
" belum sholat dzuhur".
Yaudah sholat di sini aja, mama ambilin sarungnya papa. Terus kita makan bareng lea juga, soalnya ada yang mama mau tanyain.
Zavir hanya mengangguk dan berjalan menuju mushola di rumah lea.
**
Setelah selesai makan Nisa mengajak Zavir dan Lea duduk di ruang tamu.
"gimana tadi urusanya di KUA, sudah selesai? Ucap Nisa".
" Alhamdulillah, sudah mah, jawab Zavir dengan sopan".
"kalau begitu mulai besok kalian sudah di pingit".
"maksudnya itu gimana ya?" karna Zavir tidak mengerti.
"di adat jawa ada istilah di pingit atau pingitan, walaupun pernikahan kalian tidak menggunakan adat tetap ada pingitan, karena lea keturunan jawa. Zaman dulu pingitan di lakukan 1 bulan menjelas hari H, tapi sekarang 1-2 minggu. Berhubung kalian nikahnya mendadak dan masih banyak urusan kalian cuman di pingit 4 hari sebelum hari - H. Di pingit artinya pengantin tidak boleh saling bertemu, saling berhubungan, dan tidak boleh pergi kemana-mana. Itu di lakukan untuk menjaga keselamatan calon pengantin, menjaga kesehatan, dan masih banyak lavi manfaatnya".
" bukanya masih mau sebar undangan ya ma. Tanya lea.
Undangan kamu nanti di sebar sama sahabat kamu, besok mereka kesini. Mulai bantu-bantu yang belum selesai. Kemarin mama sudah bicara, dan merka setuju ada juga yang mau menginap. Kamu gimana vir?
Zavir hanya terdiam dan mengangguk, sebenarnya dia ingin menyanggah tapi malu sama calon mertuanya, dia pasti bakalan rindu sama Lea, karna bertemu lea sudah menjadi candu buat Zavir. Walaupun bagi lea itu biasah saja.
Ya sudah kalau gitu mama cuman mau ngomong itu.
Kalau gitu Zavir pamit pulang dulu ya ma.. Sambil mencium tangan Nisa "Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
***
Keesokan harinya Ana, Rani, adel, dan nita sudah berada di rumah Lea. Mereka membantu menulis undangan yang akan di sebar. Mereka juga membantu membungkus sourvenir pernikahan yang khusus di berikan kepada keluarga inti. Karena kalau untuk tamu undangan sudah di siapkan oleh WO. Cuman rani dan adel yang menginap di rumah Lea, karena jarak rumah adel cukup jauh dari rumah lea, dan rani juga ngekos di dekat kampus, tidak membawa motor sendiri, dan gak enak kalau harus meminta nita untuk menjemputnya terus.
H-3 acara mereka mulai membantu menyebarkan undangan ke teman-temanya. Setelah pulang dari menyebarkan undangan mereka bercerita dengan bahasa logat palu.
Maaf ya guys.. Pembicaraan mereka sekarang Pakai bahasa logat palu tapi hanya sedikit saja. Oke.
"eh... Le kamu tau setiap anak laki-laki yang kita kasih undangan, dan melihat kamu yang menikah, mereka langsung sedih gak percaya bahwa kamu sudah mau menikah" ucap adel antusias.
Iya le... Apalagi saya lihat wajah rizaldi tadi, hamma.. Kasihan sekali, dia punya hati seperti langsung ta patah-patah berkeping-keping. Dan di lihat lagi nama yang tertera di undangan, te parcaya sama sekali dia. Sampai dia bilang ke saya begini, kau serius rani Lea menikah sama pak Zavir? Saya jawab no... Iye... Buat apa saya ba bohong sama kau rizaldi, coba kau buka undanganya itu, bukankah sudah tertulis dengan jelas bahwa yang menikah itu "Azalea putri herlambang dengan Muhammad Zavir Lahase". Hamma.. langsung pucat wajahnya. Habis itu sya bilang, sudah na... Saya pulang kalau kau te percaya datang saja malam minggu di hotel swis**** silae. Setelah pulang, di perjalanan saya ketawa-ketawa sama nita. Berbicara dalam logat palu".
Pantas saja dia langsung ba chat saya.
Coba Kau lihat le.. Apa yang dia sms?.
Lea menyodorkan hapenya kepada rani,
"Le... Serius kau mau menikah dengan pak Zavir ? Bukanya katanya adel dia saudara jauhmu!, Mana yang betul. Kau bilang pacarmu masih kuliah kedokteran, kenapa kau tiba-tiba menikah. Dan masih banyak pesan yang lainya.
Terus.... kau jawab apa pale..tanya rani antusias.
Cuman saya balas." Iye... Datang na...".
Hamma... Le kejamnya kau, cuman kau balas begitu dia.
Lea hanya mengangguk.
Melihat semua itu lea mencoba bertanya "Gimana le... perasanya mau menikah? Apa grogi? Ucap ana".
Tidak ada saya rasa grogi, hanya merasa seperti masih banyak sekali bebanku. kalian tau sendiri toh, ardi belum bisa di hubungi jadi saya belum putus sama dia. Di tambah lagi semakin dekat hari H saya menikah.
Hmm.... Tapi kau suka sama pak Zavir le? Tanya adel"
Lea hanya menggeleng....
Hamma... Serius kau le... Kalau saya jadi kau sudah saya pilih dan tidak akan saya sia-siakan pak Zavir dari awal. Ucap adel...
Itu kan mau kau del.... Kalau lea beda lagi...karna lea sama kau itu berbeda. Serentak ucap ana, nita, dan rani bersamaan dengan nada sedikit keras.
Tapi.... Seriusan kau tidak ada rasa sama sekali dengan pak Zavir le? Tanya ana". Di sambut anggukan dari rani dan nita.
" te tau juga saya".
"tapi saya jamin setelah menikah, pasti kau akan perlahan-lahan jatuh cinta sama pak Zavir, karna saya dengar-dengar kalau orang menikah dengan seseorang yang tidak dia suka, setelah menikah pasti lama-lama jadi suka juga. Karena Allah akan membuat dia jatuh cinta dengan pasanganya, karena hubungan mereka sudah halal, ucap rani dengan serius".
Setelah itu mereka tertawa bersama-sama, karena baru pertamakali rani mengucapkan kata yang lebih dewasa.