Bab ini menceritakan tentang Zavir yang mulai posesif dan cemburuan...
*
*
*happy reading guys..
Di atas podium Zavir berbincang-bincang bersama para panitia. Dan mengirim pesan ke lea
Zavir : jangan pulang dulu ya, tunggu kakak. Mau bertemu sebentar.
Kamu bawa motor? [send ke Istriku]
Mari pak foto bersama di fotobooth untuk kenangan, ucap Rizaldi ketua panita sambil menunjuk ke arah tempat foto booth yang sudah mulai sepi. Zavir mengangguk sambil melangkah ke tempat foto booth. Di sana terlihat ada Lea yang berfoto dengan para sahabatnya, dan juga teman jurusanya.
Loh Le... Belum pulang? Sapa Rizaldi sambil tersenyum kepada lea.
Iya belum... Ayo foto bareng setelah foto bersama pak Zavir. Ajak rizaldi
Setalah itu para panitia foto bersama sambil memberikan cendra mata kepada Zavir, dan mendoakan agar pernikahanya berjalan dengan lancar. Di sambut ucapan terimakasih dan senyuman oleh Zavir.
Setelah foto bersama dan menyalami Zavir, Rizaldi kembali ke tempat lea berdiri bersama ana, karna menunggu sahabatnya yang masih ingin berfoto dengan Zavir.
Melihat itu Zavir sedikit cemburu, karna tatapan Rizaldi sedikit berbeda kepada Lea. tapi seketika teralihkan karena banyak mahasiswa yang meminta foto bareng.
Saat melihat Lea dan Rizaldi sedikit akrab Zavir mulai tidak senang, karna ini pertama kalinya dia melihat lea berbicara santai dengan laki-laki. Padahal Lea memang sedikit akrab jika itu teman kelasnya. Kalau Rizaldi karna dia adalah teman waktu ospek itu saja bisa akrab karena Rizaldi ketua kelompok dan Lea wakil ketua, makanya mau tidak mau dia sering berinteraksi dengan Rizaldi. Tapi lea sedikit menjauh saat tahu bahwa Rizaldi menyukainya dan mengatakan bahwa dia punya pacar, tapi Rizaldi tetap mau mendekati Lea, karena dia tahu Lea LDR.
Karna tidak tahan menahan cemburu Zavir langsung menghampiri Lea.
Lea sedikit kaget karena Zavir menghampirinya. Tapi hanya terdiam.
"Le... Kamu belum pulang? Tadi bawa motor sendiri apa di antar? Sebenarnya Zavir sempat melihat bahwa lea di antar oleh andreas. tapi dia bertanya untuk membuka pembicaraan.
" emmm... Belum sempat menjawab andreas langsung menyela berbicara.
" Loh bapak kenal Lea" tanya Andreas penasaran.
" Kenal, kan Lea..... Belum selesai berbicara Adel langsung menyahut, ketika menghampiri Lea
" Pak Zavir itu Saudara jauhnya Lea Zal" ucap Adel yang tidak merasa bersalah karena menyela pembicaraan.
Lea dan Ana jadi bingung.... Mendengar ucapan Adel. Lea sedikit takut melihat raut wajah Zavir yang terlihat bingung, mendengar ucapan Adel".
" apa.... Saudara jauh.... Ucap Zavir kaget dan heran tak mengerti.
" iya pak... Loh le... Bukanya waktu itu kamu bilang sam kita bahwa pak Zavir itu saudara jauh kamu ya... Tanya Adel memastikan.
Suasana di sekitar menjadi hening dan penasaran apa yang sedang terjadi. Rani dan nita hanya terdiam sambil menyenggol ana karena tak mengeri. Lea ketakutan melihat wajah Zavir , lalu dia sedikit menunduk karna saat ini wajah Zavir seakan ingin memakan orang dan Suasananya seperti istri yang ketahuan selingkuh.
" menghela nafas panjang." Azalea putri Herlambang" , bisa ikut saya pulang?. Ucap Zavir tegas. Lalu melangkah pergi. Zavir tidak ingin berbicara dengan Lea di depan umum, takut membuat Lea malu. semuanya bingung dan bertanya-tanya, sebenarnya ada hubungan apa antara Zavir dan Lea? .
Lea mengikuti Zavir pergi, sambil memegang tangan ana sebentar. Tanganya terasa sangat dingin.
ana menghela nafas.... Kamu sih del... Besok lagi Kalau ada orang bicara jangan asal motong... tanpa tau apa". Kesal ana dengan adel.
Loh bukannya yang aku ucapkan bener ya... Protes adel karna dia merasa gak bersalah.
An... Sebenarnya ini ada apa? Kamu tau sesuatu kan... tanya rani dan nita besamaan dengan nada mengintrogasi...
Emmm....
"jawab an... Ucap rani.
Sini-sini... Menyuruh ana, nita dan adel mendekat, dan berjalan menjauh dari mahasiswa yang lain. dengan terpaksa ana menjawab " Lea itu... Tunanganya pak Zavir". Ucap ana dengan lirih agar tidak banyak yang mendengar.
Ha.... Jawab Rani, nita, dan adel kaget dengan suara yang sedikit kera.
Kamu serius an" tanya nita tak percaya".
Ana hanya mengangguk.kan kepala. Kalian jangan keras-keras kalau bicara nanti ada yang dengar.
Seketika itu adel lemas, dan merasa bersalah. An... Tidak akan terjadi apa-apa kan sma lea. Ucap adel lirih.
"aku juga gak tau" karna wajah pak Zavir sepertinya menahan marah. "ucap ana".
Tapi kenapa hanya kamu yang tau kebenarannya an, dan berbohong kepada kita semua "protes nita".
"iya... Apa dia tidak menganggap kita sahabatnya lagi. Sahut rani".
"bukan begitu... Saat itu lea masih sangat bingung harus bagaimana menjelaskan kepada kalian, ini juga sangat berat bagi Lea, kalian juga tau kan lea punya pacar dan ak Zavir sama lea itu di jodohkan dalam waktu yang sangat singkat. Dan..
" dia aja bisa bilang sama kamu masak sama kita enggak? Tungkas Adel.
Tuh kan... Udah di bilangi kalau orang belum selesai ngomong, jangan langsung di potong..
"hehe maaf".
Kalian juga kayak gak tau kalian bertiga itu seperti apa! , kalau lea crita ke kalian, pasti kalian akan tanya macam-macam dan langsung heboh sendiri. Dan saat itu lea hanya butuh pendengar dan penasehat dia belum mampu menerima pertanyaan yang banyak dari kalian, pasti akan lebih pusing. Maka dari itu lea masih butuh waktu untuk menjelaskan ke kalian.
Hmmm... Rani, dan nita hanya terdiam. Semoga aja lea gak kenapa-kenapa ya, ucap nita".
**
Di dalam mobil Zavir
Mereka berdua hanya terdiam, sampai Zavir membuka suara "tidak ada yang ingin kamu jelaskan azalea?.
" maafin Lea kak".
" saya tidak butuh maaf kamu, saya hanya butuh penjelasan kamu".
" saat itu fikiran Lea masih campur aduk belum bisa menjelaskan status kakak ke semua sahabat lea, tapi lea carita kok sama 1 sahabat lea tentang kakak, soalnya hanya dia pendengar yg baik, dan bisa memberikan solusi, yg tiga sedikit heboh, tapi kalau gak ada mereka juga gak seru. Ucap lea takut-takut.
Zavir mamandangi Lea" kenapa kamu hanya menunduk dan grogi begitu, kamu takut sama kakak?
Lea menoleh "gimana gak takut coba, wajah kakak seperti harimau yang marah siap menerkam siapa saja yang ada di depannya". Ucap lea kesal.
Haha....apa wajah kakak seperti harimau?
Kok kakak ketawa sih, ada yang lucu ya, ya... Itu hanya perumpamaan? Protes Lea.
Gimana kakak gak ketawa coba, kamu menggemaskan begitu... Ledek Zavir sambil tersenyum.
Ih.... Lea merasa kesal sama Zavir.
"kamu kenapa? Kakak tadi memang sangat kesal dan marah sama kamu, tapi sekarang udah enggak. kakak tadi sempat berfikir apa kamu malu mengakui kakak sebagai calon suami kamu? ".ucap Zavir.
" bukan malu sih... Hanya saja belum siap".
Kalau gitu kapan kamu siap memperkenalkan kakak kepada para sahabat kamu dalam setatus tunangan kamu?
" kapan-kapan bisa".
Yaudah kalau gitu 3 hari lagi, kamu ajak sahabat kamu ketemuan di lestoran kakak, karena 3 hari lagi kita akan nyebar undangan pernikahan.
"ha... Tiga hari lagi" jawab lea kaget".
Iya memang kenapa? 6 hari lagi kita udah nikah lea, mau kapan lagi? ".
Oh ya... Teman-teman kelas kamu udang semua, terutama teman-teman cowok kamu, kamu undang juga. Ucap Zavir kesal.
Memangnya kenapa harus ngundang teman cowok aku dan harus ngundang semua?
" agar mereka semua tau, kalau kamu udah nikah".
"Kak Zavir cemburu?".
""iya kakak cemburu, dan kamu harus ingat, mulai sekarang jangan terlalu dekat dengan cowok manapun harus jaga jarak" dengan nada peringatan.
" perasaan lea selalu jaga jarak deh".
" kamu jaga jarak gimana?, orang tadi kamu senyum dan ramah gitu sma mereka". Zavir sangat kesal kalau mengingat kejadian tadi.
" ya kan... Aku senyum sma mereka karena mereka temen aku kak, masak aku harus jutek2 gitu sih, kan ya gak enak nantinya. Protes Lea
" kalau kamu ramah dan senyum-senyum sama mereka, mereka akan mengira kamu memberikan kesempatan pada mereka, dari tatapan mereka aja terlihat bahwa semuanya suka sama kamu, apalagi siapa itu ketua panitia dari tatapan, nada bicara, gestur tubuh, terlihat banget kalau dia itu lagi ngejar kamu.
"kak Zavir belum nikah aja, udah posesif dan cemburuan banget sih...jadi takut".
"Kalau udah nikah, akan lebih menakutkan lagi". Sambil mendekatkan wajah ke Lea dan mata mereka saling bertatapan sangat dekat. Ini pertama kalinya mereka bertatapan sangat intens. Deg... Jantug lea dan Zavir berdetak sangat kencang.
Lea langsung memundurkan diri, kak Zavir jangan terlalu dekat belum muhrim, ucap lea lirih...
"kalau udah muhrim boleh? Goda Zavir sambil tersenyum. Memangnya kamu gak pernah tatapan begitu dekat sama pacar kamu?". Sambil mulai melajukan mobilnya.
"gak pernah". Lea memang gak pernah bertatapan begitu dekat dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, sekalipun dengan Ardi. Ini pertama kalinya.
"serius gak pernah? Tanya Zavir memastikan.
Hmmm....
" syukurlah kalau begitu, Zavir terlihat sangat bahagia. Jadi, kamu sama pacar kamu pernah ngapain aja? ".
Lea menoleh ke arah Zavir, ngapain kakak tanya-tanya soal pribadi. Itu privasi.
Ya cuman pengen tahu aja, calon istriku gimana dulu gaya pacaranya. Kamu gak mau bilang karna pernah ngapa-ngapain ya?. Pancing Zavir.
" bukan gaya pacaran yang aneh-aneh. cuman salim aja kalau mau pamit, dan pegangan tangan.
Mendengar itu Zavir langsung memegang tangan Lea seperti ini?".
Lea kaget melihat tingkah Zavir yang seperti ini, "ih... Kak lepasin...
Kamu pegangan tangan sama pacar kamu aja maua, masak sama calon suami gak mau? Zavir tambah mengencangkan pegangan tanganya.
" bukan gitu, kak Zavir tu kayak anak kecil deh. Lepasin dong... Lea gak biasah pegangan tangan, karna badan lea akan panas semua kayak di sengat listrik.... Ucap lea merengek".
Seketika Zavir melepaskan peganganya dan langsung menepi di pinggir pantai, karena mereka masih melewati pinggiran pantai. Kenapa malah berhenti di ?
" Zavir menatap Lea, jujur sama kakak seberapa sering kamu pegangan tangan sama pacar kamu?.
Kakak kenapa sih... Kok dari tadi aneh banget? Kayak anak kecil yang lagi marah.
Jawab aja le....
" hanya beberapa kali". Ucap lea ketus.
"Yakin".. ...
"iya.
Setelah itu Zavir melajukan kembali mobilnya.