🗣️ D u a p u l u h s e m b i l a n

927 Kata
Jujur ya, aku merasa bisa saat mengerjakan soal-soal ujian kemarin. Aku juga yakin dengan jawabanku, tetapi hari ini tepat seminggu sesudah UTS-ku berlangsung, saat aku membuka rekap nilai di web akademik kampus, tiba-tiba aku langsung shock. Wow, kenapa nilai-nilaiku dibawah 80 semua. Paling kecil 6,9 dan paling besar 7,7. Aku terfokus menatap nilai hasil UTS pada mata kuliah Mas Prima nilainya 6,9. Aku langsung meringis, padahal sudah dari jauh-jauh hari Mas Prima mewanti-wanti agar aku bisa mendapatkan nilai 9,8 dan mendapatkan predikat A+. Aku lemas banget, pasti dimarahin ini mah. Aku yang diharapkan dapat predikat A+, tetapi nyatanya aku dapat predikat C-. Mana jauh banget dari A+ ke C-, kalau enggak dapat A minimal B- gitu. Ini malah enggak. Dengan rasa panik yang bergelora, aku menoleh ke arah jam dinding. Pukul setengah tujuh malam. Biasanya jam segini Mas Prima sudah berada di perjalanan ingin pulang. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengambil ponsel dan juga kunci rumah Ayah. Aku mau di rumah Ayah aja. Aku mau bersembunyi dulu. "Aunty mau ke mana?" tanya Hannan saat aku sedang memakai sendal. "Mau ke suatu tempat. Hannan sama Mbak Tita dulu ya. Kalau nanti Uncle Prim nanya Aunty ke mana, bilang enggak tahu ya." Omong-omong Mbak Tita adalah Babysitter yang mengurusi Hannan jadi ketika aku dan Mas Prima ada kesibukan. "Hati-hati Aunty." Aku mengangguk lantas menutup pintu kemudian berlari dengan cepat ke rumah depan. Aku buru-buru membuka kunci rumah dan masuk ke dalamnya. Untung saja rumah ini selalu dibersihkan oleh ART sehingga rumah ini masih layak untuk dijadikan tempat persembunyian. Aku masuk ke dalam kamar, mengunci kamarku dari dalam. Aku berusaha memejamkan mataku agar aku cepat tertidur. Tetapi aku enggak bisa, aku deg-degan dan semakin deg-degan saat mendengar suara mobil dari arah depan. Aku bangun dari tidurku, mengintip ke arah rumah depan melalui celah gorden. Benar saja, itu mobil Mas Prima. Aku deg-degan banget, padahal ini hanya perkara sepele. Perkara nilai, tapi seolah-olah aku baru saja melakukan kesalahan besar. Aku kembali naik ke atas ranjang, menarik selimuku sampai ke ujung kepala. Aku berusaha mengatur nafasku yang kian menburu. Beberapa menit kemudian aku mulai tenang dan lebih rileks. Namun, menit selanjutnya jantungku kembali berdebar saat mendengar suara ketukan pintu. "Bee, buka, Bee," suara khas Mas Prima terdengar. "Bee, ayo buka. Kamu ada di dalam, saya tahu." Kok dia bisa tahu sih. Padahal lampu kamar ini masih dalam kondisi gelap. "Saya belum marah ini, masih baik-baik. Jadi ayo buka, Bee," ucapnya masih dengan nada lembut. Aku menarik napasku beberapa kali sebelum akhirnya aku turun dari ranjang dan bersiap untuk membukakan pintu. Saat pintu terbuka, Mas Prima masuk ke dalam kamarku kemudian dia menyalakan lampu. Dia tidak berbicara apa-apa. Wajahnya juga tenang, tidak terlihat ada emosi di sana. "Saya pinjam kamar mandinya ya," ucapnya kemudian masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa baju di tangannya. Kayanya baju itu dia bawa dari rumahnya. Soalnya di rumah ini, sama sekali sudah tidak ada bajunya. Dia diam aja, tapi aku ketar-ketir. Masa iya sih Mas Prima belum tahu nilaiku. Kalau dia tahu, kok dia enggak marahin aku sih. Aku udah keringat dingin karena ketakutan, tapi ternyata reaksi dia biasa aja. Beberapa saat kemudian, Mas Prima keluar dari kamar mandi dengan baju yang sudah berganti. "Mau tidur di sini?" tanyanya. Aku terdiam sebentar kemudian mengangguk kecil. "Yaudah," ucapnya kemudian naik ke atas ranjang, "sini, tiduran di sini," lanjutnya sambil menepuk sebelah ranjang itu. Dengan gerakan yang lambat akhirnya aku tiduran di sana. Kami saling berhadap-hadapan. Tidak ada kilat-kilat emosi di matanya, tetapi dia menatapku lekat. "Keyra, saya malu," ucapnya tiba-tiba. Aku tahu, kalau dia tahu permasalahan tentang nilaiku. "Di ruang dosen, kamu jadi bahan omongan. Di mata kuliah saya, nilai kamu paling rendah. Dosen-dosen yang lain jadi ngeledekin saya, masa istri saya nilainya paling jelek di mata kuliah yang saya ajar," ucapnya dengan tenang. Tangan pria itu bergerak ke puncak kepalaku kemudian mengelusnya. "Lagian kenapa sih kamu enggak bisa dibilangin? Kalau saya suruh belajar tuh belajar. Jangan nonton film. Jangan main HP terus. Kalau udah begini, bukan kamu doang yang malu, tapi saya juga." Aku terdiam sambil terus menatap matanya. "Selama jadi dosen, saya berusaha membangun citra baik. Apalagi saya dosen baru di sana. Saya benaran malu, Keyra. Kayanya saya salah, seharusnya dari awal kita tutupi aja hubungan ini. Enggak usah go public." Mataku langsung berkaca-kaca. "Mas malu ya punya istri kaya aku?" Dia mengangguk. "Malu," jawabnya lantang. Detik itu juga tangisku pecah. Padahal dia enggak marah-marah. Dia enggak bentak aku. Dia enggak mengancam aku. Dia enggak kasar sama aku, tetapi dia berhasil menyakitiku dengan ucapannya yang begitu lembut. Teruntuk yang mau baca cepat, aku udah publish satu buku full di k********a. Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853) Terdiri dari: Full E-book (Lengkap) Total 71 Part ; 329 Halaman Hanya dengan Rp56.000 kalian bisa akses semua itu, tanpa menunggu. Cara Pembelian: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ My Lecture My Housemate _ TheDarkNight_) 3. Setelah ketemu, scroll ke bawah sampai menemukan harga jual karya tersebut. Harganya Rp56.000. 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, Shopeepay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka". Jika ada pertanyaan boleh chat admin aku 085810258853 Pembelian juga dapat melalui WA (085810258853)
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN