"Kamu kapan mau balik ke rumah kamu?" Vivi terbatuk mendengar pertanyaan Bunda. Dia tersedak air liurnya sendiri. Apa maksud pertanyaan Bunda? Apakah Bunda mengusirnya? "Ini udah satu minggu, lho, Vi. Nggak boleh istri kelamaan jauh dari suami." Vivi tahu Bunda hanya ingin mengingatkan, tapi dia masih tak ingin pulang, masih ingin di sini bersama kedua orang tuanya. Pikirannya masih belum tentang, bayangan kejadian buruk itu sering berlarian di kepalanya. Setiap kali ingat pada Bara, setiap itu juga Vivi mengingatnya. Celakanya dia tidak pernah lupa pada Bara, selalu mengingatnya. Rasa rindunya pun sudah semakin menumpuk, nyaris mencapai batas. Namun, dia tetap menahannya, meskipun rasanya sangat sakit dia tetap berusaha. "Bunda bukannya ngusir kamu, Sayang, rumah ini juga rumah kamu.

