bc

BATAS KESABARAN

book_age16+
14
IKUTI
1K
BACA
drama
sweet
spiritual
like
intro-logo
Uraian

ikhtiar

cerita tentang kesabaran,pengorbanan dan kesalahpahaman di masa lalu yang berimbas pada kehidupan Meraka saat ini

dari cerita ini kita belajar bahwa selemah lemahnya dan sesabar sabarnya seseorang dia akan menemui titik lelah dalam hidupnya hingga dia akan memberontak karena sabar ada batasnya

chap-preview
Pratinjau gratis
Hujan di pagi hari
Pagi itu hujan turun rintik-rintik.hampir semua siswa di SMA elit itu datang dengan mobil masing masing atau pun diantar oleh supir dan orang tuanya. Tapi tidak dengan Anita,jangan kan mobil atau pun sepeda motor,pergi ke sekolah saja dia berjalan kaki,karena tidak ada uang untuk sekedar naik angkot saja,uang terakhir yang dia pegang habis untuk di belikan bahan makanan dan bekal sekolah adiknya yang masih SD. Tapi itu tak menyurutkan semangatnya untuk sekolah,dia berencana sepulang sekolah dia akan menggantikan tugas ibunya sebagai buruh cuci,karena sudah beberapa hari ibunya sakit sehingga tak bisa bekerja. Sesampainya di gerbang sekolah dia menutup payung lusuhnya dan menyapa penjaga sekolah yang selalu bersikap baik padanya 'assalamualaikum pa Diman"sapa Anita"waalaikumsallam neng Nita,wah kehujanan ya neng?ko gak naik angkot?"jawab mang diman "he he ga pa,, lagi pengen jalan kaki aja"jawab Anita sambil terkekeh "ya udah cepetan masuk kelas keburu bel neng"kata mang diman "iya pa.nita masuk kelas dulu,assalamualaikum"kata Anita "waalaikumsallam"jawab mang diman sambil menatap sendu punggung Anita dan bergumam dalam hati"gadis yang baik,semoga kelak masa depanmu bahagia nak". Sesampainya di kelas Anita mengelap sepatunya yang agak basah dengan tisu tak ada seorangpun yang menyapanya karena bagi mereka Anita hanyalah mahkluk tak kasat mata. Tak berapa lama datang pasangan kekasih paling serasi di SMA itu.Yuda dan Siska.mereka anak orang paling kaya di sekolah, tampan serta cantik jadi pantas mereka di sebut sebagai the best couple. Yuda duduk di bangkunya dan Siska menghampiri Anita untuk menanyakan tugas prnya yang hampir setiap hari di kerjakan Anita"hey.tugas gue mana udah Lo kerjain kan?"kata Siska tanpa memanggil Anita dengan namanya "udah sis,ini bukunya"sahut Anita sambil menyodorkan buku Siska"ok"sahut Siska tanpa bilang terima kasih. Anita hanya menarik napas panjang,sebenarnya dia enggan mengerjakan tugas Siska.tapi posisinya sebagai anak miskin dan siswa beasiswa dia ingin mencari aman,setidaknya Siska tidak melakukan hal kasar padanya seperti yang dia lakukan pada siswa beasiswa lainnya..walau menjadi pembantu Siska dengan membawakan buku dan tas saat di luar kelas Sepulang sekolah Anita bergegas menghampiri ibunya yang sedang berbaring di tempat tidur untuk melihat keadaan ibunya"assalamualaikum Bu"kata Anita sambil mencium punggung tangan ibunya "waalaikumsallam nak,kamu baru pulang ?ko telat?"kata Bu Lia "iya bu.di jalan macetnya minta ampun, ga tau tumben ada kemacetan parah"kata Anita sedikit berbohong,dia tidak ingin ibunya tahu bahwa dia jalan kaki pulang pergi ke sekolah dia tak ingin ibunya sedih. Anita lalu pergi ke dapur untuk mengambil nasi dan lauk untuk ibunya dan dirinya,,dia menyuapi ibunya sedikit demi sedikit.sesudah selesai dia mengambil obat dan di berikan pada ibunya.lalu membawa piring dan gelas ke dapur untuk di cuci. Sesudah selesai dia menghampiri ibunya dan berkata"Bu aku pamit mau ke rumah Bu Bekti untuk mencuci pakaian,tadi pagi beliau bilang bahwa cucian di rumahnya sudah menumpuk,aku pamit ya Bu" "tapi nak kamu baru aja pulang sekolah pasti kamu masih capek"ujar ibu Lia "nggak ko bu,aku sama sekali ga capek"jawab Anita sambil tersenyum "beneran?"tanya ibunya sedikit meragukan ucapan Anita "bener Bu..swear"sahut Anita sambil tersenyum dan mengangkat jari tengah dan telunjuk membentuk hirup v "ya udah kalau kamu beneran ga capek,tolong gantiin ibu mencuci pakaian keluarga Bu Bekti"kata ibunya "siap Bu,aku pergi dulu..eh ngomong ngomong Ardi mana ya Bu?"tanya Anita pada ibunya karena dia belum melihat sosok adik bungsunya tersebut "tadi sepulang sekolah dia pamit mau belajar kelompok sama temannya,tadinya mau di sini tapi Ardi takut mengganggu istirahat ibu,maklum anak2 sebesar itu kalau belajar bersama pasti ribut"jawab ibunya "oh ya sudah,nanti kalau Ardi pulang tolong bu bilangin sama Ardi untuk ngambil uang keripik dari Bu Yuna dan Bu Ami.sekalian bilangin besok aku kirimin lagi keripiknya.nanti malam aku mau mulai menggorengnya"kata anita. Selain sekolah Anita memang memproduksi kripik singkong untuk di titipkan ke warung2 dekat rumahnya,lumayan, keuntungannya bisa untuk membeli keperluan sekolah dirinya dan Ardi untuk mengurangi beban ibunya yang hanya sebagai buruh cuci. "baik nak.nanti ibu sampaikan ke Ardi"sahut ibunya "terima kasih ya Bu,aku pamit dulu,assalamualaikum"pamit Anita "waalaikumsallam nak,hati2 ya"jawab ibunya sambil menatap sendu kepergian Anita dan berkata dalam hati"maafkan ibu nak,karena kebodohan dan keegoisan ibu di masa lalu kamu dan Ardi harus menanggung kesusahan hidup yang seperti ini"tak terasa air mata mengalir di pipinya. Sesampainya di rumah Bu Bekti anita melihat ada sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah Bu Bekti,Anita berpikir mungkin Bu Bekti lagi ada tamu.anita ragu untuk masuk ke dalam rumah Bu Bekti yang pintunya terbuka dia takut mengganggu tapi Bu Bekti melihat kedatangan Anita dan dia berseru"eh Nita sudah datang kamu nak,masuk ke dalam nak,ngapain bengong di sana?" "oh iya maaf Bu"ujar Anita sambil masuk ke dalam rumah Bu Bekti tak lupa dia mengucapkan salam"assalamualaikum" "waalaikumsallam" jawab Bu Bekti dan tamunya yang ternyata seorang perempuan sebaya ibunya.beliau sangat cantik di usia yang tak lagi muda,ketika perempuan itu melihat wajah Anita dia terkesima, wajah Anita mengingatkannya pada seseorang yang dia kenal dua puluh tahun yang lalu,seseorang yang sangat ingin dia temui,tapi keberadaannya seolah di telan bumi,seseorang yang telah berperan penting sehingga dirinya bisa menjadi wanita karir sesukses seperti saat ini, dia tersadar saat mendengar perkataan Bu Bekti pada Anita"masuklah ke dalam nak,kamu sudah makan belum?kalau blm makanlah dulu.baru kerjakan pekerjaanmu" "sudah Bu tadi sebelum berangkat ke sini saya makan dan sholat Dzuhur di rumah dulu"jawab anita "gimana keadaan ibumu nak,udah baikan?"tanya Bu bekti pada Anita "alhamdulilah Bu,panasnya udah turun,cuman sedikit pusing dan badannya masih lemas"jawab anita "syukurlah"ya sudah,sekarang kamu nyuci dulu ya nak"kata Bu Bekti "baik Bu,saya permisi dulu ke belakang"pamit Anita vina tamu Bu Bekti terus melihat Anita sampai sosoknya menghilang di balik tembok.lalu dia bertanya pada Bu Bekti"siapa dia bu?" "oh dia anak seorang buruh cuci di daerah kami.biasanya ibunya yang mencuci,tapi saat ini ibunya sedang sakit dan Anita menggantikan tugas ibunya"jawab Bu Bekti "oh maaf bu kalau boleh tahu siapa nama ibunya?"tanya vina "Bu Lia Bu,emang kenapa ya?"jawab Bu Bekti heran "nggak apa apa Bu,,cuman wajahnya mengingatkan saya pada seseorang,mungkin hanya kemiripan saja.karena nama ibunya tidak sama dengan orang yang saya kenal" "ya di dunia ini banyak orang2 yang punya kemiripan wajah walaupun tak ada hubungan darah sama sekali.bukan begitu bu?"ujar Bu Bekti"iya bu"jawab vina singkat Tak lama vina pamit untuk pulang. vina adalah bos Bu Bekti di butik tempat Bu Bekti bekerja sebagai manager.dia datang untuk menyerahkan tanggung jawab selama vina pergi ke london karena ada undangan mendadak untuk mengikuti seminar tentang fashion.hari ini Bu Bekti kebetulan sedang mengambil cuti karena anak bungsunya sedang sakit panas.jadi Vina yang datang ke rumahnya karena dia harus berangkat jam 4 sore hari itu juga

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook