"Kelvin, tunggu!" Suara teriakan seseorang dari belakang membuat langkah Kelvin dan Raisya yang tengah berjalan bergandengan mendadak terhenti. Mereka saling berpandangan lalu bersamaan membalikkan badannya. Bu Nina? Nina berjalan cepat mendekati mereka. Setelah sampai di depannya, mata Nina justru tertuju pada Kelvin. Nina tersenyum padanya, sedangkan Kelvin, dia hanya menunjukkan muka datarnya. "Kelvin, aku ada perlu sama kamu sebentar, bisa?" Kelvin menaikkan sebelah alisnya "Ngapain?" Raisya menyenggol siku Kelvin "Ngomongnya yang sopan" Ucap Raisya setengah berbisik, namun Kelvin tidak menghiraukan. "Kalo boleh saya tau, ada apa ya bu." Tanya Raisya dengan sopan. Nina tersenyum tipis "Maaf, tapi saya tidak bisa memberitahu kamu." "Oh. Maaf bu." Raisya tersenyum canggung. "B

