Reina berlari. Terus berlari. Sambil menyeka air matanya yang sedari tadi turun. Pikirannya pun melayang pada kejadian beberapa menit yang lalu. Raisya telah mengetahui semuanya. Niat hati hanya untuk membantu Kelvin, justru membuat Raisya kecewa padanya. Walaupun Raisya tidak secara langsung menyatakan kekecewaannya pada Reina, tapi Reina yakin, setelah melihat mata Raisya tadi, ia melihat banyak guratan kesedihan disana. Raisya pasti sangat kecewa. Reina bahkan tidak memikirkan darimana Raisya tau semuanya. Tubuh Reina hampir terjatuh saat dia menabrak seseorang di depannya. "Kelvin?" "Na, lo liat Raisya dimana? Gue cari ke kelas tapi nggak ada. Gue pikir dia sama lo." Tidak menjawab, Reina justru menundukkan kepalanya agar bisa menyembunyikan air matanya. "Na, lo nangis?" Kelvin

