BAGIAN 3 - BERTEMU MASA LALU

1174 Kata
Selamat Membaca Semuanya.... ----------------------------------------------------------------- Jika El tengah di landa dengan kepanikan karena pikiran negatifnya terhadap sosok papi baru yang sempat terucap daari mulut maminya, maka berbeda dengan kondisi yang di rasakan oleh Fany, sang mami. Fany saat ini benar-benar tengah di landa kegugupan yang luar biasa karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan CEO salah satu perusahaan terkenal yang bergerak di bidang permodelan, yang mana perusahaan tersebut akan bekerja sama dengan butik miliknya. Menurut Fany, kerja sama perusahaan permodelan tersebut dengan butik miliknya merupakan sebuah jackpot yang sangat besar. Pasalnya, perusahaan yang bekerja sama dengannya itu merupakan perusahaan yang menghasilkan model-model berkualitas dengan jam terbang yang tinggi. Dan jika kerja sama butik miliknya dan perusahaan itu berhasil, maka busana-busana rancangannya akan semakin bertambah terkenal dan nilai jual serta kualitasnya akan semakin tinggi di mata orang-orang ketika digunakan oleh model-model tersebut. Oleh sebab itu, Fany saat ini sedang di landa kegugupan karena dia harus berhadapan secara langsung dengan CEO perusahaan tersebut untuk mempresentasikan proposal kerja sama mereka. Suara pintu yang di iringi dengan suara langkah kaki membuat Fany yang sedang duduk di dalam sebuah ruangan bersama dengan asistennya sontak berdiri dari tempat duduk mereka. Deg! Jantung Fany seketika berdetak hebat ketika melihat wajah dari salah satu orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut. "Bu Fany, perkenalkan ini adalah bapak Arvin Prakash. Beliau adalah CEO perusahaan Blue Star yang akan bekerja sama dengan butik milik ibu." Fany terdiam ketika mendengar ucapan dari seorang laki-laki yang Fany yakini sebagai sekretaris lelaki itu. "Perkenalkan, saya Arvin Prakash. Saya adalah CEO di perusahaan Blue Star." Suara berat yang di sertai dengan uluran tangan dari lelaki tersebut membuat Fany tersadar dan mencoba mengulas senyum di wajahnya. "Saya Tiffany Margareta, pemilik TnM Boutique. Senang bertemu dengan anda, pak Arvin." "Silahkan mulai presentasi anda. Ingat, saya tidak suka bertele-tele." Mendengar ucapan yang kelewat datar itu, membuat Fany meremas kedua tangannya dan kemudian menganggukan kepalanya. "TnM Boutique merupakan trend setter dalam dunia fashion yang menjadi urutan pertama di tanah air, terutama di kalangan para wanita. Kejayaan yang di capai oleh TnM Boutique di tanah air sendiri di sebabkan karena busana-busana kami yang memang sangat di minati dan memiliki kualitas yang tinggi di bandingkan dengan butik yang lain." "Jika perusahaan Blue Star menghasilkan model-model yang berkualitas dengan jam terbang yang tinggi. Maka, TnM Boutique menghasilkan busana-busana yang tidak dapat di ragukan lagi kualitas dan tampilannya." "Jika Blue Star dan TnM Boutique bekerja sama, saya yakin kita akan mendapatkan attention yang sangat besar dari semua kalangan. Blue Star dan TnM Boutique merupakan kedua hal yang jika di gabungkan akan membuat semua orang tercengang dan takjub secara bersamaan. Bayangkan saja, model-model dari Blue Star dalam setiap kegiatannya di dukung oleh busana yang berasal dari TnM Boutique? Saya yakin, pasti mereka akan mendapatkan apresiasi dan pujian dari semua orang. Bahkan, bukan hanya itu. Saya yakin jika apresiasi yang di berikan oleh orang-orang tersebut akan sangat berpengaruh besar terhadap model-model yang bernaung di perusahaan Blue Star dan juga pastinya akan berdampak baik pada TnM Boutique." "TnM Boutique bukanlah sebuah butik yang abal-abal. TnM Boutique sudah di akui oleh semua orang tentang kehebatannya di dunia fashion, khususnya di Indonesia sendiri. Dengan kerja sama ini, saya yakin jika Blue Star dan TnM Boutique akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Jadi, pikirkan dengan baik kerja sama yang saya ajukan kepada perusahaan Blue Star. Blue Star dan TnM Boutique, jika di satukan keduanya akan menjadi sangat cocok dan pastinya serasi. Terima kasih." Setelah menyelesaikan presentasinya, Fany kembali duduk di kursinya dengan perasaan yang lega. "Presentasi yang sangat menarik." Fany bisa melihat senyuman kecil dari lelaki yang duduk di depannya. Senyum yang di tampilkan laki-laki itu benar-benar mirip dengan senyuman milik anaknya, El. Jelas saja mirip, mereka adalah pasangan ayah dan juga anak. "Untuk kontrak kerja sama kita, silahkan berkonsultasi dengan sekretaris saya. Saya permisi." Setelah mengucapkan itu, lelaki yang bernama Arvin tersebut langsung meninggalkan ruangan pertemuan dengan wajah yang datar. "Bu Fany, ini adalah kontrak kerja sama kita." Fany langsung mengalihkan tatapannya kepada lelaki yang merupakan sekretaris dari lelaki tersebut. "Sebelumnya perkenalkan, nama saya Rey. Saya sekretaris dari bapak Arvin. Mungkin kedepannya kita akan lebih banyak berinteraksi. Dan satu fakta yang bu Fany harus ketahui. Dari sekian banyak butik yang ingin bekerja sama dengan perusahaan ini, hanya butik bu Fany saja yang dengan cepat di setujui oleh pak Arvin. Bu Fany memang benar-benar beruntung. Saya jadi mengagumi ibu karena bisa menaklukan bos saya itu" ucap Rey dengan kekehan kecilnya. "Terima kasih, pak Re---" "Jangan panggil saya bapak, just Rey. Saya masih terlalu muda untuk di panggil dengan sebutan bapak" potong Rey cepat. tak lupa dengan senyumannya. "Ya, baiklah. Terima kasih, Rey. Semoga kita bisa menjadi rekan yang baik. Dan, perkenalkan yang di sebelah saya ini adalah Gia, dia asisten saya. Kalau begitu kami permisi" ucap Fany tersenyum dan membawa kontrak kerja sama mereka. ***** Fany yang telah berpisah dengan asistennya pun berjalan seorang diri di basement menuju parkiran mobilnya. Fany dapat merasakan jika ada seseorang yang tengah berjalan di belakangnya. Fany yang penasaran itu pun langsung membalikkan badannya kebelakang. "Astaga!" Betapa terkejutnya Fany ketika tubuhnya hampir saja bertabrakan dengan d**a milik seseorang.Bahkan, bau mint yang berasal dari orang tersebut menguar masuk ke dalam indra penciumannya. Fany pun mencoba mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah dari orang yang bertabrakan dengannya. Boom! Alangkah terkejutnya Fany ketika mengetahui siapa orang yang bertabrakan dengannya itu. Jantung Fany seketika berdetak dengan begitu hebat ketika matanya bertubrukan dengan mata elang milik seseorang yang merupakan ayah biologis dari El yang saat ini berada sangat dekat dengannya. Fany benar-benar ingin lekas pergi dari sana. Namun, ketika dia ingin melangkahkan kakinya, dia seketika memekik begitu kencang ketika tubuhnya kini sudah berada di dalam dekapan lelaki tersebut. "P-pak Arvin ..." "Saya akhirnya menemukan kamu." Fany yang mendengar itu sontak mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti apa yang di maksud oleh ucapan lelaki itu. "Lepaskan saya! Ini tidak sopan, pak Arvin" sentak Fany. "Tidak. Saya tidak akan melepaskan kamu lagi" sahut Arvin tegas. Fany tak kehabisan akal, dia langsung menginjak kaki milik lelaki itu dengan begitu kencang menggunakan sepatu hak tinggi miliknya. "Akh!" Pelukan serta tangan Arvin pun terlepas dari tubuh Fany. Fany yang melihat itu, tidak mensia-siakan kesempatan tersebut untuk segera pergi dari hadapan Arvin. Dengan sekuat tenaga, Fany dan Fany berlari menuju mobilnya meninggalkan Arvin yang masih di landa kesakitan karena injakan tersebut. Apalagi, Fany tengah memakai heels yang lumayan tinggi dan juga sangat runcing. Fany yang sudah merasa bebas dari sosok Arvin itu pun bernafas dengan begitu lega. Dari dalam mobilnya, dia bisa melihat jika lelaki itu masih berada di sana dengan mata yang mengarah ke mobilnya. Fany yang takut jika Arvin kembali menghampirinya langsung saja mengemudikan mobilnya meninggalkan gedung perusahaan tersebut. Di sisi lain, Arvin yang melihat kepergian mobil Fany itu pun mengeram marah karena orang yang selama ini dia cari kabur tepat di hadapannya sendiri. "Kali ini kamu memang bisa kabur dengan mudah. Tapi, lain kali saya tidak akan kecolongan seperti tadi." "Tifanny Margareta, akhirnya saya tau nama lengkapmu. Saya benar-benar tidak akan melepaskan kamu di pertemuan kita selanjutnya."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN