Mata Azel terpejam ketika wajah Zavier mendekat, begitupun sebaliknya. Dan beberapa detik kemudian, sebuah sapuan lembut dapat Azel rasakan di permukaan bibirnya. Dengan kesadaran penuh, Azel membalas lumataan yang Zavier berikan. Hati-hati, perlahan namun sangat memabukan, hingga membuat tangan Azel meraba rahang tegas itu, kemudian mengalung pada leher sang suami yang terlihat semakin memperdalam ciumannya. Ini gila, mereka bahkan masih berada dalam mobil di sebuah parkiran gedung bioskop. "Ssh ... s--stop sayang, udah." Ucap Zavier sesaat setelah menjauhkan diri dari Azel. Azel terlihat memberengut kesal, "Tapi kenapa?" "We'll end up at here, gak nyaman sayang ... ya, walaupun kita bisa coba tapi, nggak, jangan dulu. Kita harus pulang sekarang," kata Zavier menjawab. Azel menganggu

