Sebelumnya, Zavier belum pernah merasa setakut ini ketika akan meminta izin pergi keluar. Ia bahkan tidak pernah meminta izin karena sebelum menikah, dirinya lebih sering tinggal di apartment dibanding pulang ke rumah. Tapi lihatlah sekarang, ia terlihat sangat kebingungan sendiri. Semua kalimat yang telah dirangkai dalam kepalanya tiba-tiba menghilang setiap Azel melihat ke arah dirinya. "Za, ini kesempatan terakhir sebelum jam 8." Katanya bergumam dalam hati. Zavier menyimpan buku yang sedang dibacanya, lalu beranjak dari sofa dan berjalan menghampiri Azel yang sedang fokus mengerjakan tugas di atas tempat tidur dengan alas laptop menggunakan meja lipat kecil. "Sayang ..." Zavier memanggil nama itu dengan nada lembut, lalu duduk di tepi tempat tidur. Azel mengalihkan pandangannya da

