14 | Mengalah

1330 Kata

"Arraya, kamu nggak papa?" Sayup-sayup, Arraya mendengar suara pria di dekatnya. Arraya yang semula terpejam di atas bangku tunggu, kini membuka matanya perlahan dan menoleh. Melihat Bima datang, Arraya segera berdiri menyambut kakak iparnya yang datang beserta Rossa, istrinya. "Ra, kamu sakit?" Arraya menggeleng pelan. "Aku nggak papa, Mas. Aku baik-baik aja." "Muka kamu pucet, Arraya," papar Bima lagi. "Iya, muka kamu pucet. Kamu semalaman nunggu di sini, Dek?" tanya Rossa yang kini merangkul bahu Arraya. Arraya terlihat pucat dan lemas. Bahkan terlihat ringkih untuk berdiri dan membuat orang yang melihatnya jadi takut kalau Arraya akan terjatuh. "Iya Mbak. Aku minta Mama Lidya dan Papa Fajar untuk pulang semalam. Soalnya ada aku yang bisa jaga Mas Adnan. Lagian kebetulan Mama juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN