15 | Memeluk Hujan

1707 Kata

Di lain sisi, Adnan sedang duduk diam di tepi ranjang rumah sakit. Matanya menatap plester yang menutupi bekas infusnya. Adnan membuang napas panjang. Rasanya kepalanya pening, ingin pecah. Bumi seakan berputar mengelilinginya. "Den, di depan tadi saya menemukan tas hitam Aden." Aden adalah panggilan dari Pak Joni untuk Adnan. Pak Joni yang berdarah Sunda-Jawa adalah satpamnya sejak Adnan kecil dulu. Tapi saat Adnan sudah punya rumah sendiri, Adnan mengajak Pak Joni untuk tinggal bersamanya. Begitu juga dengan Bi Ira. Bi Ira bukanlah orang baru di hidup Adnan. Keduanya sama-sama memiliki tempat sendiri di hidup Adnan. Dengan berat, Adnan mengangkat kepalanya. Menatap Pak Joni yang menenteng sebuah tas berwarna hitam. Adnan kenal tas itu. Itu adalah tas yang ia simpan di apartemennya. Ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN