Adnan menunggu di depan ruang UGD dengan perasaan tidak bisa tenang. Matanya menatap kosong lantai granit di bawah kakinya. Suara derap langkah berlari dari petugas medis nyaris membuat Adnan lupa caranya bernapas. Wajahnya panik, takut jika saja ada sesuat yang terjadi pada istri juga jabang bayi yang katanya ada di dalam rahim Arraya. Adnan belum mengetahui fakta sebenarnya. Adnan menjambak rambutnya frustasi. Wajahnya sembab karena airmata. Sesekali desah dan rintihan meluncur pilu dari bibir pria 27 tahun tersebut. Mendadak bernapas menjadi sesuatu yang sulit Adnan lakukan. "Tolong istri saya... tolong istri saya... selamatkan dia... selamatkan juga anak yang ada di dalam rahimnya.." Adnan terus memohon putus asa setiap ada petugas medis yang keluar masuk ke dalam ruang UGD tempat Ar

