12 | Menanti Yang Tak Datang

1452 Kata

"Arraya, silahkan diminum dulu." Muaz menyodorkan secangkir minuman untuk Arraya. Melihat ArArraya yang hanya diam tanpa membuka suara, Muaz akhirnya duduk di depan gadis itu. Menatap Arraya yang sejak tadi diam menatap jendela ke arah luar. Menampakkan jalanan Jakara yang cukup padat siang ini. "Arraya?" "Saya ingin kembali ke kantor. Kenapa Bapak malah bawa saya ke sini?" Arraya bertanya pada Muaz, tetapi pandangannya tetap menatap ke luar jendela. "Apa saya harus membawa karyawan yang terlihat sedang patah hati ke kantor? Kamu bukannya membantu, yang ada nanti malah merepotkan karena sikap kamu hari ini." Mendengar ucapan Muaz, Arraya menoleh dan menatap Muaz. Gadis itu terdenger menghela napas pelan sebelum akhirnya kembali menatap ke luar jendela. "Saya tidak sedang patah hati, Pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN