20 | Tidak Ada Kesempatan Kedua

1909 Kata

Tak sekali dua kali Adam melirik putrinya yang duduk di belakang bersama istrinya. Arraya masih terlihat pucat dengan mata terpejam sambil bersandar pada bahu istrinya. Gadis itu juga terus menggenggam erat tangan Maya. Adam tahu jika sejak tadi Raya sedang menahan tangis. Hatinya ikut sakit melihat kondisi putri sematawayangnya. Ia tidak menyangka jika Adnan akan menyakiti Arraya sampai seperti ini. Saat Arraya keluar dari rumah sakit bersama Muaz, Raya langsung masuk ke dalam mobil tanpa pamit pada Muaz. Roda mobil berhenti berputar saat tiba di depan rumah besar berwarna cokelat muda. Arraya dirangkul turun oleh Maya. Sedangkan Adam menyusul sembari membawakan semua barang Arraya ke dalam rumah. "Kamu baik-baik saja sayang?" tanya Maya dengan pelan dan lembut pada putrinya. Arraya me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN