"Bapak serius sudah bawa semua barang dan dokumen saya yang ada di apartemen?" tanya Adnan dengan nada gusar sambil terus mengobrak-abrik semua barangnya. "Iya Aden, sudah saya bawa semuanya." Adnan menarik napas panjang. Ia memijit pelipisnya. Bingung harus ke mana lagi mencari barang yang ia maksudkan itu. "Tapi dokumen yang saya cari tidak ada, Pak. Saya ingat betul, dokumen itu masih ada di apartemen saya sebelum saya masuk rumah sakit." Adnan kembali mencari barang yang ia maksudkan. Kamarnya sudah berantakan penuh barang yang ia acak-acak. Lemari baju, lemari buku, sekitar tempat tidur, bahkan ia membongkar semua isi tasnya, tapi tak kunjung ia temukan barangnya. "Serius Aden, di apartemen sudah tidak ada dokumen apa pun lagi." "Dokumennya ditaro di amplop cokelat, Pak. Serius t

